Home TEKNO Ini Bocoran WhatsApp Versi Baru dengan Menggunakan Mode Gelap

Ini Bocoran WhatsApp Versi Baru dengan Menggunakan Mode Gelap

52
0
Ini Bocoran WhatsApp Versi Baru dengan Menggunakan Mode Gelap

Indozola – WhatsApp versi terbaru akan segera di luncurkan, dan unik nya kali ini aplikasi WhatsApp akan mengunakan mode gelap atau Dark Mode.

Mode gelap atau Dark Mode untuk WhatsApp sudah banyak dibicarakan karena diminta untuk mengikuti tema gelap pada berbagai user interface ponsel.

Tapi, sepertinya para pengguna WhatsApp masih harus menunggu implementasi fitur untuk aplikasi tersebut beberapa bulan ke depan.

Dari informasi yang didapat pembaharuan terbaru dalam beta untuk Android dan IOS menjanjikan imlementasi fitur Dark Mode atau mode gelap.

Aplikasi WhatsApp sendiri mulai menunjukan tanda-tanda mode gelap akan tiba di seluruh penggunanya.

Aplikasi versi beta dari WhatsApp ini dikabarkan bisa langssung bereaksi sesuai dengan smartphone.

Jika ponsel sudah mengaktifkan mode gelap, WhatsApp akan otomatis menerapkan mode gelap dalam aplikasinya.

Menurut WAbeta info, untuk saaat ini, implementasi masih belum pada keseluruhan aplikasi.

Mode gelap sudah di implementasikan pada beberapa layar “percikan” saat membuka aplikasi, dan beberapa dalam percakapan.

Wallpaper pada interface WhatsApp juga akan berubah dari berwarna putih menjadi gelap.

Di bagian oanggilan dan pengaturan, aplikasi masih berwarna putih seperti yang bisa ditemukan.

Tapi, implementasi baru ini adalah bukti yang menguntugkan untuk penerapan mode gelap dalam aplikasi secara menyeluruh.

Tak hanya disitu saja, setelah rebranding Logo Facebbok, WhatsApp telah mendesain ulang layar Splash WhatsApp.

Dan juga mereka akan mennambahkan referensi dengan menambah tulisan Facebook.

Logo yang sama telah diterapkan di pengaturan WhatsApp, mendesain mode lama.

Perlu disebutkan bahwa seperti messenger dan aplikasi lain, WhatsApp baru-baru ini menerima keampuan untuk diamankan dengan sidik jari ( WhatsApp versi 2.19.308)

Penggujna dapat mengatur seberapa cepat mereka ingin permintaan sidik jari diaktifkan.

Dapat segera setelah layar di tutup, 1 menit atau bahkan 20 menit.

Fitur itu pun langsung didatangkan ke Indonesia.

“Ini merupakan pembaharuan yang penting untuk membantu menangkal peredaran misinformasi dengan mengontrol siapa yang boleh mengundang pengguna ke grup.” terang Claire Deevy, Direktur Kebijakan APAC WhatsApp.

Deevy berbicara dalam sebuah konferensi pers di gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di Jakarta, pada hari Kamis 7 November 2019.

secara sedehana, fitur ini memberikan pengguna kendali penuh siapa saja yang bisa mengndannya masuk dalam grup WhatsApp.

Selama ini, pengguna WhatsApp bisa diundang grup secara serampangan, asalkan si pembuat grup memiliki nomor kontak pengguna yang diundang.

Pengatuaran tersebut sudah bisa langsung dijajal dengan syarat versi WhatsApp yang digunakan haruslah yang paling mutakhir.

Pengguna WhatsApp Android maupun iOS di Indonesia sudah bisa mempewrbaharui nya di toko aplikasi masing-masing.

Cara mengaktifkannya, buka menu “setting” (pengaturan) kemudian pilih “akun”, lalu pilih “privasi”.

Ada tiga opsi yang bisa dipilih yakni “semua orang” dimana siapa saja yang punya kontak pengguna bisa memasukan nomor anda ke grup.

Lalu pilih opsi “kontak saya” di mana hanya kontak yangh anda simpan di ponsel saja yang bisa mengundang anda, dan terakhir, “kontak saya kecuali” yang berati hanya beberapa kontak yang anda pilih saja yang bisa mengundang anda ke grup WhatsApp.

Admin yang tidak memiliki kontak akan diminta untuk mengirimkan undangan melalui pesan pribadi.

natinya, pengguna yang diundang bebas memilih, apakah ingin menerima atau mangabaikannya.

Pengguna yang diundang diberi waktu salama tiga hari untuk memutuskan apakah ingin masuk grup tersebut atau tidak.

Ruben Hattari, Kepala Kebik=jakan Facebook Indonesia mengatakan fitu ini seharusnya sudah tersedia untuk seluruh pengguna WhatsApp di Indonesia.

Tapi, apabila ada beberapa pengguna belum dapat notifikasi pembaharuan, bisa menunggu hingga sepekan ke depan sebagaimana fitur-fitur WhatsApp lain yang biasanya belum merata ketika digulirlkan serentak.