Home NASIONAL 17 April 2019 Pemilih Masih Bisa menggunakan haknya setelah Pukul 13.00

17 April 2019 Pemilih Masih Bisa menggunakan haknya setelah Pukul 13.00

27
0

Pada Hari Rabu 17 April setelah pukul 13.00 Komisi Pemilihan Umum (KPU) menegaskan kalau pemilih masih bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019 di daerah masing-masing. Mulai pukul 07.00 sampai dengan pukul 13.00 pendaftaran pemilih di tempat pemungutan suara (TPS) dibuka.

Arief Budiman selaku Ketua KPU mengatakan sesuai aturan pukul 13.00 adalah batas pemilih mendaftar di TPS, bukan batas terakhir untuk mencoblos. Artinya semua warga masih tetap bisa menyoblos dengan syarat sudah mendaftar di TPS sebelum pukul 13.00.

“Dalam jam 13.00 masih ada antrean, maka yang sudah hadir sebelum 13.00 harus dilayani. Walaupun antrean panjang, harus dilayani semua,” kata Arief dalam jumpa pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenkopolhukam), Senin (15/4) kemarin.

Pernyataan Arief Budiman merespons adanya kisruh pemungutan suara di beberapa TPS di luar negeri. Contoh kisruh di Sydney, Australia, yang dikabarkan bahwa pemungutan suara ditutup lebih awal.

Dia menekankan aturan terkait waktu pencoblosan ini wajib dimengerti oleh semua pihak yang terlibat di dalam proses pemilu.

“Setidaknya ada tiga pihak yang harus paham betul, penyelenggara pemilu, KPU, Bawaslu, dan jajaran di bawahnya juga harus paham. Kedua, peserta pemilu agar nantinya tidak ada saksi di TPS yang protes. ” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menkopolhukam Wiranto meminta insiden di Sydney tak akan terjadi lagi di dalam negeri. Ia juga meminta agar masyarakat tidak menambah suasana gaduh dengan membagikan ulang video itu.

“Jangan di stop pukul 13.00, padahal antre masih panjang. Itu masih diberikan kesempatan waktu untuk menggunakan hak pilih mereka,” kata Wiranto.

Melihat adanya kejadian itu, KPU membuka peluang akan melakukan pemungutan suara ulang di Sydney. KPU sudah minta Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) untuk berkoordinasi dengan panitia pengawas di Sydney.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here