Home Uncategorized 8 Fakta Unik Aceh, Dari Mahar Termahal Hingga Surga Bagi Pecinta Kopi

8 Fakta Unik Aceh, Dari Mahar Termahal Hingga Surga Bagi Pecinta Kopi

183
0

Indozola – Bagi para pecinta traveler jika anda berniat liburan ke Aceh mesti tahu beberapa fakta unik terkait provinsi di ujung Barat Indonesia ini.

Aceh merupkan daerah otonomi khusus di Indonesia, selain DKI Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tak heran jika Aceh mempunyai beberapa hal unik yang membuatnya spesial.

Hal-hal unik ini terdiri dari barbagai macam ragam hal dan ketentuan hukum, daerah wisata, hingga budaya serperti perempuan dengan mahar termahal.

Saat ini kami akan merangkum beberpa hal dan fakta unik Aceh yang bisa anda temui di Provinsi Aceh

1. Mesjid yang Punya Parkir Undergrond

Mesjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh ini selain menjadi salah satu mesjid terindah di Indonesia juga memiliki fasilitas parkir bawa tanah.

Wilayah parkir bawah tanah dari Mesjid Raya Baiturrahman ini tetunya tidak kalah keren dari parkir bawah tanahb yang ada di Malll ataupun hotel berbintang lima.

2. Punya Aturan Khusus dan Hukum Cambuk

Aceh adalah Daerah Istimewa dengan aturan khusus sehingga provinsi ini mempunyai hak istimewa membuat aturan hukumnya sendiri yaitu Qanun.

Provinsi Aceh membuat aturan hukum yang berdasarkan dari Hukum Islam.

Dengan Landasan hukum ini, Aceh mensahkan hukum cambuk bagi yang melakukan perbuatan amoral seperti mencuri, berjudi hingga berzina.

3. Museum Tsunami dan Kuburan Massal

Kita semua pasti mengetahui di Provinsi Aceh pernah dilanda tragedi besar yang menyedikan yakni gempa dan tsunami yang terjadi pada 26 Desember 2004 silam.

Untuk mengenang hal tersebut maka dibangunlah Museum Tsunami sebagai perigatan untuk mengenang tragedi bencana tersebut.

Museum ini manjadi salah satunya muuseum yang bertema tetang tsunami.

Selain museum, karena bencana itu Aceh mempunyai kuburan massal dari korban jiwa yang meninggal setewlah keh=jadian tsunami.

4. Surga bagi Pecinta Kopi

Bagi para pecinta kopi sejati, anda tentunya setuju bila Acehb menjadi salah satu daerah bagi para penikmat kopi.

Ada beberapa jenis kopi dengan citra rasa khas dari Aceh seperti kopi Gayo dan kopi Ulee Kareng.

Oleh sebab itu, para traveler akan bisa menemukan ribuan warung kopi di berbagai tempat dari kota besar hingga di perdesaan di Aceh, dan sebagian besar warung kop[i di aceh ada yang buka hingga 24 jam.

5. Perempuan dengan Mahar Termahal ke Dua

Perempuan Aceh dikenal memiliki mahar yang termahal kerena kecantikan parasnya.

Sebagian besar perempuan Aceh berasal dari prpaduan banyak ras di dunia seperti etnis tionghoa, India, Eropa hingga Arab, sehingga parasnya tak diragukan lagi.

Mahar di Aceh dihitung dalam satuan mayam emas, satu mayam emas setara dengan 3,33 gram emas murni 24 karat yang memiliki harga Rp 550 ribu pergramnya.

Jika kita kalkulasikan dengan biaya pembuatannya maka satu mayam setara dengan Rp 1.831.500.

Mahar perempuan Aceh berkisar dari 5 mayam hingga 50 mayam emas.

Jika pihak perempuan meminta 20 mayam emas, maka itu artinya anda harus membayar sekitar Rp 36 juta belum termasuk biaya pernikahan hingga seserahannya.

6. Memiliki Dua Warisan Dunia Non Benada dari UNESCO

Di Daerah Istimewa Aceh juga terdapat dua warisan dunia non benda yang ditetapkan oleh UNESCO (United Educational, Scientific and Cultural Organization ).

Pada bulan juli 2004 lalu, UNESCO menetapkan bahwa Hutan Hujan Tropis Sumatera sbagai warisan non benda menyertakan Taman Nasional Gunung Leuser yang 70% luas hutanya berada di provinsi Aceh.

Taman Nasional Gunung Leuser menjadi satu wilayah konservasi yang paling penting di muka bumi.

Sebagai kawasan konsenvasi dimana badak,orangutan, gajahb dan harimau Sumatera liar hidup di dalam satu kawasan.

7. Pahlawan Wanita terbanyak di Dunia

Yang perlu anda ketahui bahwa 2 pejuang wanita di Aceh masuk dalam 7 Warlord Women in The Lord yakni laksaman Keumalahayati dan Comandder Cut Nyak Dhien.

Yang hebatnya lagi kedua Jendral tersebutt masuk dalam jajaran 10 Best Famale Warrior at All Time dan Women Warrior in South East Asia.

Dalam sejarahb Indonesia mencatat setidaknya ada 11 orang wanita Aceh yang berjuang mulai eras Kesultanan Amudra Pasai hingga zaman kolonial Belanda.

Beberapa nama perempuan tersebut diantaranya adalah Ratu Nahrisyah, Sri Ratu Tajul Alam Safiatuddin Syah, Sri Sultan Nurul Alam Naqiatuddin Syah, Sultanah Inayat Zakiatuddin Syah, Ratu kalamat Zainatuddin Syah.

Lalu ada laksamana Malahayati atau ” Keumalahayati”. Cut Nyak Dhien, Cut Meutioa, Pocut Baren, Pocut Meurah Intan, dan terakhir seorang ulama besar wanita bernama Teungku Fakianah.

8. Beberapa Peraturan yang Hanya Ada di Aceh

Daerah Istimewa Aceh memiliki beberapa aturan khusus, seperti saat di kampus dilarang mengenakan pakaian yang ketat dan transparan.

kemudian tidak diperbolehklan memakai kaus oblong dan berrambut gondrong.

Khusus untuk mahasiswi tidak diperbolehkan mamakai celana dan harus memakai rok.

Namun, saat anda berwisata ke Aceh, bagi perempuan diharuskan mengenakan penutup kepala untuk menghormati budaya setempat, dan mesti anda ingat kalau khusus perempuan di Aceh juga enggak akan keluar rumah di atas jam 10 malam