Home NASIONAL Anak di NTB Tega Mempolisikan Ibu Kandungnya Hanya Gegara Motor Warisan

Anak di NTB Tega Mempolisikan Ibu Kandungnya Hanya Gegara Motor Warisan

7
0

Anak di NTB Tega Mempolisikan Ibu Kandungnya Hanya Gegara Motor Warisan – Seorang anak berinisial MS (45) tega melaporkan ibu kandungnya, KS (61) ke polisi atas dugaan tuduhan penggelapan sepeda motor. Polisi pun turun tangan dengan melakukan mediasi.

Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Barat (NTB), Kombes Artanto menjelaskan peristiwa itu bermula ketika MS melaporkan ibu kandungnya ke polisi pada Sabtu (27/6/2020). Pada saat itu, Ibu kandung dan saudara MS juga turut datang ke kantor polisi.

Artanto mengatakan jadi ibu, anak, dan saudaranya sama-sama pergi ke kantor polisi. Intinya si anak melaporkan ibunya karena telah menguasai motor, motornya itu milik siapa yang kurang memahami.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya diketahui kalau sepeda motor itu adalah hasil dari uang warisan.

Saat dihubungi terpisah, Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah AKP Priyo Suhartono mengatakan duduk permasalahannya sampai akhirnya laporan MS ditolak oleh pihak kepolisian.

AKP Priyo Suhartono mengatakan kejadian itu bermula dari harta warisan, saat bapaknya meninggal dunia mereka itu memiliki warisan tanah. Tanah itu kemudian dijual oleh si anak sebesar Rp 200 juta. Lalu dari uang Rp 200 juta itu, si ibu hanya dibelikan sepeda motor oleh si anak dari hasil penjualan warisan tanah.

Dari uang Rp 200 juta yang merupakan hasil penjualan tanah warisan tersebut, si anak memberi ibunya uang sebesar Rp 15 juta. Jadi rinciannya, uang Rp 11 juta dalam bentuk sepeda motor dan sisanya berupa uang. Tetapi, BPKB sepeda motor itu tetap dipegang oleh si anak.

Priyo menjelaskan MS merasa tidak senang motor itu dipinjamkan dan dipakai oleh saudara-saudara. Si anak merasa keberatan sehingga ingin mengambil kembali motor itu dari tangan sang ibu.

Priyo menuturkan karena kesal motornya dipakai secara berramai-ramai. Si anak kemudian ingin meminta kembali motornya, namun si ibu tidak mau karena motor itu sudah menjadi miliknya dari uang hasil warisan. Namun, si anak tetap bersikeras kalau motor itu miliknya karena BPKB-nya ada di tangannya.

Polisi kemudian memanggil MS dan ibunya. Polisi mencoba untuk memediasi keduanya.

Priyo mengatakan namun dirinya memandang masalah itu secara hati nurani saja, sebenarnya juga bukan menolak, dirinya kemarin itu secara spontanitas kayak masak sih tega mempolisikan ibu sendiri.

Priyo menambahkan kemarin itu kami langsung memanggil anak dan ibunya. Awalnya kami hanya mau mediasi saja, namun anaknya semakin ngotot, semakin berantem dengan ibunya, hingga terjadi cekcok mulut.