Home INTERNASIONAL AS & China Masih Lakukan Perang Dagang

AS & China Masih Lakukan Perang Dagang

70
0
Perang Dagang

INDOZOLA – Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China masih terus berlanjut, Perang dagang antara Pemegang Ekonomi terbesar di dunia itu sudah sering terjadi pertikaian.

Dengan ini Pemerintah Amerika Serikat (As) dan China akan melakukan perundingan dagang di Washington DC , AS,pada awal Okotobor 2019 , rencana ini pun membuat kekhawatiran banyak pihak tarif impr yang baru diberlakukan pada 1 September lalu akan membuat negosiasi perang dang akan berlarut.

“Para petinggi kedua negara sepakat untuk bekerja sama dan menciptakan kondisi yang menguntungkan . Kedua pihak akan menjaga komunikasi yang erat jelang pembahasan ,” tulis kementrian Perdagangan China.

Kabar ini pun disambut banyak sebagai pihak optimisme dalam mengakhiri perang dagang, yang disebut-sebut telah melukai ekonomi termasuk mengguncang diplomatik antara dua dengan kekuatan besar.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan akan menaikan taruf impir untuk barang-barang seharg lebih dari setengah triliun dolar AS. Hal itu memicu China untuk merespons dengna tarif baru terhadap barang – barang AS senilah U$ 75miliar.

Sedangkan Puncak dari ketegangan kedua negara terjadi selama musim panas. Awal pekan ini saja ,Trump menuding negosiator China bertahan untuk mencari kesepakatan yang lebih menguntungkan jelang pemilihan umum di AS.

Sementara , Trump menudung balik bahwa China terpaksa kembali ke meja Perundingan karena perlambatan mulai terasa di negaranya.

Seperti di ketahui , ekonomi China tumbuh lebih hemat, Hal itu tidak dapat di pungkiri, “Para pejabat di China tengah membahas langkah-langkah baru untuk menjaga ekonominya tumbuh di tengah lingkungan eksternal yang kan rumit dan menantang.” imbuh keterangan resmi tersebut.

Pekan ini , para ekonom memangkas perkiraan mereka terhadap pertumbuhan ekonomi China pada 2020 menjadi di bawah 6.0 persen ,Alasannya , peningkatan tensi hubungan dan risiko akibat perang dagang AS-China,

Namun , belakangan sektor manufaktur AS juga terkontraksi untuk pertama kalinya dalam tiga tahun . Banyak ekonom memperkirakan tanda yang mengkhawatirkan dari ekonomo AS.