Home NASIONAL Ayah di Tuban Tega Perkosa Anak Tiri Hingga 8 Kali Gegara Tak...

Ayah di Tuban Tega Perkosa Anak Tiri Hingga 8 Kali Gegara Tak Dijatah Istri

10
0

Ayah di Tuban Tega Perkosa Anak Tiri Hingga 8 Kali Gegara Tak Dijatah Istri – Seorang ayah di Tuban tega memperkosa anak tirinya. Aksi bejat yang dilakukan oleh ayah tirinya itu kepada korban sudah sebanyak delapan kali.

Ayah tiri yang diketahui bernama Arifin (34), saat ini sudah mendekam di balik jeruji penjara usai dilaporkan oleh ibu kandung korban yang sekarang sudah menjadi mantan istrinya. Di hadapan polisi, pelaku mengaku nekat memperkosa anak tirinya karena tidak pernah mendapatkan nafkah batin dari istrinya.

Arifin ketika ungkap kasus di Mapolres Tuban, pada Senin (29/6/2020) mengatakan bahwa aksi bejat yang dia lakukan itu karena tidak dijatah nafkah batin oleh istri, sejak dirinya pulang dari bekerja di Malaysia sebagai TKI pada November 2019.

Sambil menundukkan wajah, Arifin mengaku bahwa pertama kali dia memperkosa anak tirinya itu di ruang tamu dan rumah yang terletak di sebelah rumah utama pada November lalu.

Selama berhubungan badan dengan anak tirinya yang baru berusia 14 tahun itu, pelaku juga meminta kepada korban untuk tidak menceritakan hal itu kepada ibunya. Dia mengatakan bahwa apa yang mereka lakukan merupakan aib dan lebih baik tidak diceritakan kepada siapa pun termasuk ibunya.

Arifin mengatakan awalnya dia membujuk rayu anak tirinya, kemudian akhirnya mau.

Aksi bejatnya itu akhirnya terbongkar, setelah pelaku bercerai dengan istrinya pada bulan Maret 2020 lalu namun masih tetap berhubungan dengan anak tirinya di luar rumah.

Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono mengatakan jadi kasus tersebut terbongkar setelah ayah dan anak tirinya itu sering bertemu di luar rumah. Hingga akhirnya, aksinya itu diketahui oleh mantan istri tersangka.

Sementara itu, Kasat Reskrim AKP Yoan Septi Hendri menyampaikan secara rinci aksi pemerkosaan yang dilakukan oleh pelaku terhadap korban dimulai sejak bulan November 2019 hingga bulan Januari 2020 sudah sebanyak 5 kali, kemudian pada bulan Februari hingga bulan Maret 2020 sudah sebanyak 3 kali.

AKP Yoan menjelaskan atas perbuatannya, pelaku kami jerat dengan undang-undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun kurungan penjara.