Home INTERNASIONAL Berbohong Saat Donor Darah, Penderita HIV Dipenjara

Berbohong Saat Donor Darah, Penderita HIV Dipenjara

24
0

Seorang pria mendonorkan darahnya dengan harapan diikuti oleh rekan-rekan-rekanya harud di penjara. Pasalnya,ia telah berbohong tentang riwayat seksnya dan memberikan darah terinveksi HIV.

Pria berusia 58 tahun yang tidak disebutkan namanya itu juga dijatuhi hukuman penjara selama empat bulan dan denda RP 103 juta setelah mengaku bersalah atas tuduhan memberikan informasi palsu.

Sebelum mendonorkan darahnya, ia mengisi kuesioner yang diperlukan dan memeriksa jawabannya dengan seorang petugas medis, membenarkan bahwa jawaban yang diberikannya benar.

Ia juga diberitahu bahwa berbohong pada kuesioner konsekuensinya dapat dihukum.

Ia kemudian menjawab ‘tidak’ pada dua pertanyaan kuisioner yang menanyakan apakah ia pernah melakukan aktivitas seksual dengan pria lain atau terlibat dalam aktivitas seperti itu dengan seseorang yang dia kenal selama kurang dari enam bulan dalam satu tahun terakhir.

Dia kemudian menyumbangkan darahnya dan diberi kartu dengan nomor untuk dihubungi jika dia merasa darahnya tidak boleh diberikan kepada pasien mana pun. Namun dia tidak melakukan panggilan telepon.

Darahnya kemudian dinyatakan positif HIV dan Otoritas Ilmu Kesehatan (HSA) memanggilnya kembali untuk membuat janji medis.

Pria itu kemudian mengatakan kepada seorang dokter kelompok layanan darah HSA pada 5 Juni 2018, bahwa ia sebelumnya terlibat dalam aktivitas seksual dengan pria lain lebih dari setahun sebelum mendonorkan darahnya.

“Dia mengatakan kepada dokter bahwa dia telah berbohong dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan karena dia tidak akan diizinkan untuk mendonorkan darah jika dia mengatakan yang sebenarnya dan dia ingin menunjukkan kepada rekan-rekannya bahwa donasi darah tidak menyakitkan,” kata jaksa Departemen Kesehatan Andre.

Pria itu mengatakan kepada petugas kedua, kali ini petugas kesehatan masyarakat pada National Public Health Unit kegiatan seksualnya. Ia mengklaim bahwa aktivitas seksual terakhirnya dengan pria lain adalah pada awal mei 2018, dengan pasangan seks kasual.

Ia mengungkapkan dalam wawancara keduai ini bahwa dia terakhir kali dites negatif untuk infeksi HIV lebih dari 10 tahun yang lalu selama skrining kesehatan.

Sedangkan kepada petugas ketiga, seorang petugas investigasi dari Depkes, ia curiga telah terinveksi HIV melalui mulutnya pada tahun 2017 atau 2018.karena dia baru-baru ini memiliki masalah gigi.