Home KESEHATAN Berpuasa melatih mengendalikan emosi pada seseorang

Berpuasa melatih mengendalikan emosi pada seseorang

241
0

Selama bulan Ramadahan umat islam di seluruh dunia diwajibkan untuk berpuasa, menahan segala hawa nafsu. Hal tersebut dinilai sangat bermanfaat untuk bisa mengontrol fungsi emosional seseorang.

Firman Ramdhani seorang Psikolog mengatakan, Kalau puasa hanya diartikan sebagai kewajiban menahan haus dan lapar, efek yang diperoleh tidak akan signifikan. Namun, kalau dilakukan dengan sungguh-sungguh, puasa bisa menjadi sarana terapi untuk meningkatkan kesehatan mental pada seseorang.

Psikolog dari Personality Development Center ini menjelaskan, prefrontal cortex (PFC) di bagian depan otak manusia menjalankan fungsi berpikir, mempertimbangkan, dan mengambil keputusan secara rasional.

“Kesehatan mental, saat berpuasa adalah bagian terpenting untuk bisa mengontrol fungsi otak manusia. PFC yang aktif biasanya akan bermanfaat untuk bisa mengontrol fungsi emosi,” kata Firman.

Fungsi emosi ini dikontrol oleh bagian otak yang disebut amigdala. Amigdala pada seseorang yang mengalami gangguan emosinya berada dalam kondisi aktif, sedangkan PFC tidak berfungsi.

“Puasa melatih PFC, melatih kontrol.M isalnya ketika saat kita puasa, kita akan melihat Instagram. Ada gambar seksi yang tak senonoh, lalu kita tinggalkan dan scroll. Berpuasa sendiri sebenarnya itu rem,atau rasa takut kalau puasanya tidak berkah.Lalu juga rem saat kita akan ngomong dengan kata kata kasar, akan berbohong. Puasa mengaktifkan otak pertimbangan sehingga membuat kita jadi sadar,” Jelas Firman.

Dengan kita berpuasa, diharapkan fungsi ‘rem’ yang ada pada otak manusia bisa terus berjalan. Tetapi, Firman mengatakan, pada sebuah penelitian menyebutkan dibutuhkan waktu kurang lebih selama 21-27 hari bagi perilaku baru yang kemudian benar-benar terbentuk di otak.

“Perilaku baru ini bisa dapat berlanjut. Yang idealnya setelah usai puasa, dilanjutkan lagi dengan puasa sunah,” Tutur Firman.