Home NASIONAL Curi Kosmetik Capai Ratusan Juta Rupiah, SPG di Samarinda Ditangkap Polisi

Curi Kosmetik Capai Ratusan Juta Rupiah, SPG di Samarinda Ditangkap Polisi

10
0

Curi Kosmetik Capai Ratusan Juta Rupiah, SPG di Samarinda Ditangkap Polisi – Seorang SPG di Samarinda, Kalimantan Timur, ditangkap polisi karena kedapatan mencuri kosmetik ditempat kerjanya. Barang yang dicuri nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Kota, Ipda Suyatno pada Selasa (30/6/2020) mengatakan pelaku diringkus di kamar kosnya dengan barang bukti berupa dua dus kosmetik berbagai merek yang telah dicuri oleh pelaku sejak 6 bulan lalu.

Suyatno mengatakan pelaku melakukan aksi pencurian itu sejak pelaku bekerja di perusahaan distributor alat kosmetik tersebut lalu barang hasil curiannya dijual kembali via media sosial.

Pelaku diketahui berinisial NB (32), yang merupakan warga Jalan Grilya Samarinda. Tak sendiri, dia bekerja sama dengan salah seorang temannya yang juga bekerja sebagai SPG.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua dus berisi kosmetik berbagai merek, seperti krim wajah, sabun, dan lulur.

Kasus tersebut terungkap berawal dari pengecekan yang dilakukan oleh pihak perusahaan melalui rekaman CCTV yang terpasang di dalam gudang perusahaan.

Suyatno mengatakan hasil dari rekaman CCTV itu, terlihat kedua pelaku tengah melakukan pencurian dengan cara memasukkan sejumlah barang milik toko UD Sehati ke dalam plastik yang ada di lantai. Untuk mengelabuhi korban, kedua pelaku mendorong plastik yang berisi kosmetik itu dengan menggunakan kaki sampai ke ujung pintu masuk toko.

Setelah jam pulang kerja, kedua pelaku kemudian membawa pulang barang hasil curiannya dan kejadian itu sudah berlangsung selama 2 tahun.

Suyatno menyebut atas perbuatan pelaku dan rekannya, korban yang merupakan  pemilik toko mengalami kerugian mencapai Rp 164 juta.

Saat ditanya soal alasan melakukan aksi pencurian itu, pelaku yang merupakan ibu dari 3 anak itu mengatakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

NB mengatakan awalnya dirinya hanya suka membeli satu hingga dua kosmetik di toko itu untuk dijual kembali, tetapi lama-lama dia dititipi oleh karyawan sini untuk membantu dijualkan agar bisa memenuhi target penjualan.

NB menyebut setelah bisa bekerja di situ, dirinya semakin leluasa menggondol produk di situ untuk dijual kembali, tetapi karena produknya kurang diminati di pasaran akhirnya hasil curiannya itu menumpuk di kamar kosnya. Dia mengaku tak banyak keuntungan yang didapatkan dari menjual kosmetik itu mungkin sekitar Rp 4 juta sebab masih banyak produk yang belum terjual.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dan terancam hukuman maksimal 7 tahun penjara.