Home INTERNASIONAL Demi Bantu Adiknya, Gadis Ini Hanya Makan Nasi dan Sambal Selama 5...

Demi Bantu Adiknya, Gadis Ini Hanya Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun

25
0

Seorang gadis mengejutkan publik China setelah terungkap dia hanya makan nasi dan selama 5 tahun demi membantu adik yang sakit.

Donasi hampir satu juta yuan, sekitar Rp 1,9 miliar, ketika kasus Wu Huayan yang dirawat di rumah sakit menjadi tajuk pemberitaan. Gadis berumur 24 tahun ini dirawat karena melanutrisi.

Ia kesulitan untuk memenuhi pengobatan si adik yang tengah sakit dan belajar.

Cerita Wu langsung membuat netizen di China marah terhadap pemerintah setempat karena tidak menyadari dan memberi bantuan.

Setelah kisahnya muncul, donasi langsung digelang bagi mahasiswa kampus di Guiyang yang jumlahnya mencapai 800.000 yuan atau Rp 1,5 miliar.

Bagaimana Cerita Wu Huayan?

Pada awal oktober, seorang perempuan dilarikan ke rumah sakit karena mengalami kesulitan bernafas, dilaporkan media China via BBC.

Ketika dirawat, diketahui tinggi Wu hanya 135 sentimeter. Sementara beratnya hanya 20 kilogram. Dokter menuturkan dia menderita gangguan jantung dan ginjal.

Dokter menyatakan,gangguan medis itu disebabkan dia hanya makan sedikit karena harus menghemat uang demi membiayai pengobatan sang adik.

Wu diketahui kehilangan ibunya ketika dia berumur empat tahun. Sementara ayahnya meninggal tatakala dia masuk sekolah. Dia dan adiknya kemudian diasuh oleh neneknya dan kemudian paman dan bibinya di mana mereka hanya bisa menyediakan 300 yuan sekitar Rp 598.400 per bulan. Sebagian besar uang itu sudah habis untuk berobat adiknya yang disebut punya gangguan jiwa. Jadi dia hanya punya 2 yuan per hari atau Rp 3.900 per hari.

Karena itu , untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dia harus mengganjal perut dengan makan nasi yang dicampur dengan sambal.

Kisah kaka-beradik dari Guizhou, provinsi termisikin di China, ini langsung membuat publik terbelakak, dengan bergam komentar menghiasi media sosial lokal.

Ada warganet yang ingin beredonasi. Ada juga yang mempertanyakan mengapa pihak kampus tidak nengulurkan tangan nya kepada Wu.

Salah satu netizan kemduian menyebut situasi yang dialaminya ” lebih buruk dari pengunsi Afghanistan,”. Ada juga yang menyindir besarnya biaya untuk perayaaan peringatan 70 tahunan China.

Sebagai tanggapan, Biro hubungan Publik Kota Tongren menyebut WU akan berdasarkan standart hidup dan memperlihatkan kasus gadis kuat dan baik ini,” ujar pemerintah.