Home INTERNASIONAL Enam Orang Tewas dalam Demo Panjang di Irak

Enam Orang Tewas dalam Demo Panjang di Irak

74
0

Enam orang demonstran dibunuh di Irak selatan. Para demonstran membuat gerakan akar rumput anti-pemerintah terbesar dalam beberapa dekade terakhir yang dimulai sejak 1 oktobor lalu.

Tiga orang tewas dan 50 luka-luka dalam bentrokan dengan petugas keamanan dekat pelabuhan utama di selatan IRAK, Umm Qasr. Hal ini dilaporkan oleh kimisi Hak Azasi manusia Irak.

Sementara itu tiga demonstran lain tewas dotembak pada malam di sebuah kota berjarak 300 kilometer selatan Bagdad.

Koresponden AFP melaporkan petugas keamanan telah menembak ke sekeliling para demonstran yang mencoba memblokir akses ke pelabuhan.

Sejak 1 Oktober, ibukota Irak dan sebagian besar kota di selatan telah digeruduk aksi demonstrasi. Mereka menyerukan protes atas aksi korupsi di pemerintahan, kurangnya lapangan kerja, dan layanan yang buruk. Hal ini lantas berbuah aksi turun ke jalan untuk menentang pemerintah.

Para pemimpin Irak telah mendengarkan tuntutan teresebut. Untuk menenangkan para demonstran, mereka menjanjikan untuk merekrut lebih banyak pekerja termasuk para penggerak protes, pemilu reformasi, dan perombakan kabinet.

Meski demikian demonstrasi itu terus berlanjut. Aksi sempat surut selama beberapa hari. Tapi, gelombang aksi membesar ketika para demonstran merasa para politisi tak membuat kemajuan.

Hari ini, demonstran di selatan kota Nasiriyah memblokir lima jembatan utama, menutup sekolah, dan membakar ban di luar gedung pemerintahan dengan marah.

Mereka juga memblokir akses ke ladang minyak dan perusahaan di sekitar kota. Mereka juga membakar badan pemerintah yang mengelola situs-situs keagamaan di negara itu.

Setidaknya 47 orang terluka dalam bentrokan dengan petugas keamanan. Bentrokan terjadi setelah para demonstran membakara ban di jalan ban di depan beberapa kantor pemerintahan di ibukota Bagdad dan beberapa tempat sekitar 400 kilometer di selatan Bagdad.

Diperiksa 350 orang terbunuh dan ribuan orang terluka dalam aksi protes yang berlangsung sejak 1 oktober itu. Hingga saat ini pemerintah Irak belum memberikan angka pasti jumlah korban akibat peristiwa ini.