Home VIRAL Gadis Indonesia Ditahan di Singapura karena Bedak Ketiak

Gadis Indonesia Ditahan di Singapura karena Bedak Ketiak

318
0

Pengalaman pahit diceritakan Sharonia Paruntu. Gadis asal Indonesia itu mengaku sempat mendekam selama 14 jam di penjara Singapura setelah di sangka membawa dan menggunakan narkoba.

Sumber petaka dari Sharonia rupanya adalah bedak ketiak, atau bedak tewas yang dicurigai sebagai bubuk narkoba.

Berkisah melalui Instagramnya, dia menuturkan kejanggalan makin menjadi karena pasa saat kejadian, 10 November, ternyata merupakan ulang tahunya.

Alih-alih merayakan hari jadi di kamar Hotel W di Pulau Sentosa yang sudah di pesan, dia malah tertahan di penjara singapura.

”Tiba-tiba saja pukul 09.30, sembilan polisi dan dua karyawan hotel masuk ke kamar saya,” kata Sharonia mengawali cerita.

Polisi menyampaikan, pihak hotel menghubungi mereka karena melihat bubuk putih di kamar gadis Indonesia itu.

Karyawan hotel melihat bubuk itu pukul 02.00 ketika mereka masuk ke kamar hotel untuk membuka pintu kamar mandi.

Adapun staf hotel masuk setelah dua teman Sharonia di laporkan tertahan karena kesulitan membuka pintu kamar mandi.

Sharonia menjelaskan kepada polisi, bubuk tersebut adalah bedak ketiak untuk menjaga kesegaran ketiaknya agr tidak bau.

Tetapi, polisi yang tidak percaya tanpa basa-basi langsung memborgol Sharonia dan tiga temanya. Mereka digiring ke kantor untuk diiintrogasi.

Gadis yang sudah tinggal di Negeri ”Singa” itu tidak dapat menyembunyikan kemarahanya. Sebab, polisi memperlakukanya seperti penjahat.

”Mereka memborgol saya dan teman-teman keluar dari kamar. Sungguh memalukan karena banyak tamu hotel melihat,”ujarnya.

Dia mengungkapkan dimasukan dalam sel dan tidur di lantai seperti hewan, dan hanya mendapat makanan sekali.

”Anjung sata saja punya tempat tidur lebih layak dan diberi makan tiga kali sehari,” ujarnya melakukan kemarahan.

Selain itu hasil, hasil uji urine Sharonia dan teman-temanya juga menunjukan mereka tidak mengonsumsi narkoba.

Manajemen hotel langsung mengajukan permohonan maaf kepada Sharonia dan keluarganya setelah sang ibu melayangkan protes atau perlakuan mereka terhadap putrinya tersebut.

Pengacara kriminal Amolat Singh, saat dimintai tanggapan, berkata,polisi Singapura punya hak untuk menahan terduga kriminal maksimal 48 jam sejak investigasi awal.

Pengacara krimianl Amolat Singh, sat dimintai tanggapan, berkata, polisi Singapura punya hak untuk menahan terduga kriminal maksimal 48 jam sejak investigasi awal.

”14 jam bukan sesuatu yang luar biasa. Kalau kita melihat situasi dan kondisi yang menyebabkan terjadinya penahanan, saya rasa wajar jika polisi curiga dan perlu mengambil tindakan sesuai dengan protokol,” paparnya