Home NASIONAL Hamili Adik Ipar dan Tak Beri Nafkah, Pria di Situbondo Dipolisikan

Hamili Adik Ipar dan Tak Beri Nafkah, Pria di Situbondo Dipolisikan

6
0

Hamili Adik Ipar dan Tak Beri Nafkah, Pria di Situbondo Dipolisikan – Pria di Situbondo berinisial AS (20) dilaporkan ke polisi karena sudah menghamili adik iparnya sendiri (17) yang masih SMA. Kini korban diketahui sudah mempunyai anak berusia dua bulan. Kemudian bersama istrinya yang tak lain adalah kakak korban, AS mempunyai anak yang masih berusia 5 bulan.

Awalnya pelaku sempat tidak mau bertanggung jawab atas apa yang sudah diperbuatnya. Bukannya memberi nafkah, pelaku justru pulang ke rumahnya sendiri di sebuah desa di Kecamatan Jatibanteng sejak sebulan lalu. Tindakan AS itu pun memancing emosi keluarga korban dan melaporkannya ke polisi.

Kasubbag Humas Polres Situbondo Iptu Nuri H, Kamis (30/7/2020) mengatakan laporan itu sifatnya baru pengaduan, namun tetap akan kami tangani. Kami sudah memintai keterangan dari beberapa saksi untuk mendalami kasus tersebut.

Korban dengan didampingi sejumlah saudaranya, termasuk istri AS dihadirkan ke Mapolres Situbondo untuk dimintai keterangan pada Rabu (29/7/2020). Mereka mengaku sudah habis kesabaran, karena melihat perbuatan AS yang tidak mau bertanggung jawab. Bahkan belakangan ini, AS juga sering memukuli istrinya sendiri.

Kakak sulung korban, WN mengatakan sekarang kami tidak mau tahu, pokoknya AS harus diproses sesuai dengan aturan hukum. Kami enggan berdamai lagi, sekalipun pelaku mau menikahi adiknya.

Menurut WN, perbuatan tidak senonoh AS terhadap korban sudah dilakukan sebanyak 2 kali. Yaitu pada tahun 2019 ketika usia korban masih 16 tahun.

Aksi bejatnya itu dilakukan pada siang dan malam hari, ketika rumah dalam kondisi sedang kosong. AS menyetubuhi korban disertai paksaan dan ancaman.

Aksi bejat AS ternyata meninggalkan benih janin di dalam rahim korban. Pihak keluarga baru mengetahui hal itu ketika kehamilan korban menginjak usia 8 bulan. Setelah bentuk tubuh korban cenderung berubah. Usai didesak, korban mengaku sudah dihamili oleh pelaku.

WN mengatakan bahwa keluarga kami sempat melaporkan masalah tersebut ke kepala desa. Kemudian dibuatkan surat pernyataan agar diselesaikan secara kekeluargaan. Namun dengan beberapa catatan.

Catatan yang dimaksud yakni, pelaku harus membiayai persalinan korban dan memberikan nafkah serta harus mau mengakui anak korban sebagai anaknya.

Tetapi, semua persyaratan tersebut telah diabaikan oleh pelaku. Bahkan, pelaku meninggalkan istrinya dan memilih kembali ke rumah orang tuanya.

Iptu Nuri menambahkan saat ini masih dalam tahap memintai keterangan. Jika nanti dianggap telah memenuhi unsur, pasti akan segera kami terbitkan laporannya untuk menindaklanjuti kasus tersebut.