Home YANG LAGI HANGAT Harga Ayam Turun, Dan Merugi Hingga 2 Miliar , Peternak Pada Gulung...

Harga Ayam Turun, Dan Merugi Hingga 2 Miliar , Peternak Pada Gulung Tikar

94
0
Ternak ayam

INDOOLA – Para Peternak ayam di kabarkan merugi hingga mencapai Rp 2 miliar , hal ini di karna kan turunya harga ayam yang sudah kurang waktu 13 bulan

Sekretaruis Jenderal Gabungan Organisasi Pengusaha Peternak Ayam Nasional (Gopan) Sugeng Wahyudi menjelaskan angka kerugian diddapatkan dari asumsi produksi ayam nasional sebanyak 18juta ekor per minggu atau 936 juta ekor per tahun setiap ekornya,

Peternak merugi rata-rata Rp1.200 dalam bulan terakhir, lantara harga jual lebih rendah ketimbang harga pokok produksi (HPP). Dengan demikian. didapatkan angka kerugian sebesar Rp 1.12 triliun, selanjutnya angka kerugian itu , dikalikan rata-rata berat ayam hidup saat dijual, yakni 1,6kg

“Ketemu nilainya Rp 1,79 triliun, itu perhitungan kasar kami. namun rentangannya bisa mencapai Rp2 triliun,” jelasnya.

Menurut Sugeng , harga jual ayam hidup sangat fluktuatuf dalam 13 bulan terakhir , Puncaknya pada Agustus lalu, harga ayam di angka Rp 8.000/kg.
Sedangkan harga yang terpadat di Harga Pokok Penualan (HPP) seharunya di klaim harga ayam itu Rp 18.000/Kg

Perwakilan perhimpunan Peternak Unggas Nusantara (PPUN) Bogor Wismaryanto menambahkan akibat kerugian itu banyak peternak memilih gulung tikar. dalam kurun waktu 3 bulan saja. terdapat 5-6 peternak ayam mandiri di Bogor tutup usaha akibat merugi terus menerus.

Tahun 2000. anggota PPUN Bogor masih mencapai 140, Namun. pada saat perkumpulan PPUN Bogor tahun ini anggotanya tidak lebih dari 20 Peternak.

“Terjadi penurunana jumlah peternak ayam mandiri itu sangat signifukan,” terang dia.

ia mensinyalir jatuhnya harga ayam disebabkan kelebihan pasokan di pasar,Pasalnya m pemerintah memperbolehkan perusahaan intergrator untuk melakukan budidaya alam di dalam negeri. Tak hanya itu, mereka juga diperbolehkan menjualnya di pasar tradisional bersam dengan peternak mandiri.

“Dari situ harga hancur luar biasa, Dari 2014 awal sampai tahun ini setiap tahun peternak ayam catatanya merah semunya,” katanya.

Wismaryanto sendiri telah memangkas karyawannya dari 100 orang menjadi 30 orang lantara terpaksa melakukan efisiensi untuk menekan biaya operasional.