Home NASIONAL Istri Mafia Sabu yang Ditangkap BNN Punya Harta Berlimpah, dari SPBU Hingga...

Istri Mafia Sabu yang Ditangkap BNN Punya Harta Berlimpah, dari SPBU Hingga Rumah Mewah dan Tanah

83
0
Istri Mafia Sabu yang Ditangkap BNN Punya Harta Berlimpah, dari SPBU Hingga Rumah Mewah dan Tanah

Indozola – Penagkapan Atika Kasim, istri mafia sabu asal Aceh, Murtala Ilyas, beberapa hari lalu, menarik perhatian publik.

Atika Kasim diringkus oleh petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) berkerja sama dengan Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK).

Selain Atika Kasim, petugas BNN juga meringkus empat tersangka lainya, yakni Muhbit, Aprianda, Irwan S, dan Ferdy S.

Atika ditangkap atas dugaan terlibat dalam pencucian uang hasil kejahatan suaminya.

Dalam keterangan persnya pada hari Rabu 13 November 2019, Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari membenarkan penangkapan istri dari Murtala Ilyas.

Murtala Ilyas merupakan seorang mafia sabu asal Aceh yang ditangkap di Dusun Pang Ahmad Kel Meunasah Blang Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen pada tanggal 16 November 2016.

Penagkapan Murtala ini merupakan hasil penyelidikan dari ditangkapnya Darkasyi alias Hendra Gunawan alias Pak Hen dalam kasus narkotika dan pencucian uang, pada tahun 2013 lalu.

Hampir satu tahun penyilidikan, anggota BNN kembali menangkap bandar sabu Samsul Bahri alias Son dan M Irsan alais Amir dalam kasus nerkotika serta pencucian uang,

Ketika dilakukan pemeriksaan terhadap rekening pelaku, ditemukan adanya transaksi mencurigakan berupa ada sejumlah uang yang masuk ke dalam rekening bank yang digunakan oleh terdakwa Murtala Ilyas Bin Ilyas.

Sejak saat itu, petugas terus berupayah mencari aset hasil penjualan narkotika untuk memiskinkan bandar sabu ini.

Murtala diketahui pernah menerima transferan dana dari Darkasyi untuk membayar narkotika kepada Saiful (DPO) yang berada di Malaysia.

Murtala juga diketahui memanfaatkan uang hasil bisnis narkoba itu untuk membeli aset berupa tanah, membangun SPBU dan berbagai harta lainya.

Atas hal itu, jaksa penuntut hukum menuntut Murtala dengan hukuman 20 tahun penjara, denda Rp 1 miliar dan aset sebesar Rp 144 miliar dirampas untuk negara.

pada tanggal 28 Juli 2017, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Biruen menjatuhkan vonis penjara selama 19 tahun serta denda sebesar Rp 5 miliar.

Murtala dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, melakukan tindak pidana pencucian uang.

Aset sebesar Rp 144.481.500.000 ( seratus empat puluh empat miliyar empat ratus delapan puluh satu juta lima ratus ribu rupiah ) disita untuk negara.

Tapi dalam proses banding di PN Banda aceh dan kasasi di Mahkama Agung, aset senilai Rp 142 miliar dikembalaikan kepada Murtala.

Hukumanya pun turun menjadi 8 tahun penjara.

Untuk saat ini total seluruh aset yang dimiliki oleh sang istri yaitu Atika Kasim adalah

1 Satu buah HP merek Samsung GT-E1195 warna merah

2 Satu buah HP merek Samsung Duos GT E-1272 warna putih

3 Satu buah HP merek Samsung GT-E1195 warna hitam

4 Satu buah HP Nokia 1280 warna biru

5 Satu unit mobil Toyota Fortuner BK 1618 QT warna putih No rangka 2SU600015245 berserta STNKnya

6 500 lembar uang RM50

7 Seribu lembar uang Rp 50.000

8 Satu unit mobil Toyota Harier No. Pol B 1857 UJK warna hitam No. Rangka MHFGX8GS3G0500796 berseta STNKnya

9 12 gelang tangan bentuk bulat warna emas

10 14 cicin warna emas

11 8 gelang tangan bulat besar warna emas

12 Satu Liontin

Tanah dan Bangunan di Aceh Utara

Sebidang tanah yang di atasnya berdiri 1 (satu) unit SPBU yang beralamat di Jl. Medan-Banda Aceh, Desa Meunasah Aron, Kec. Muara Batu, Kab. Aceh Utara, sesuai Sertipikat Hak Milik nomor 45 dan 47 atas nama ATIKA. (status diblokir di BPN Aceh Utara)

Tanah dan Bagunan di Medan

1 (satu) unit rumah yang beralamat di Komplek Debang Taman Sari Blok Angrek 50 Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang Kota Medan, dengan luas tanah 120 M2, sesuai dengan Hak Guna Bangunan Nomor : 1928 atas nama Dra Tiurmauli Munthe dan Drs. Pangiutan Silalahi. (diblokir di BPN Kota Medan).

Tanah dan Bagunan di Bireun

Sebidang tanah dengan luas 256 M2 sesuai dengan Sertipikat Hak Milik nomor 456 atas nama Murtala Ilyas Bin Ilyas yang di atasnya berdiri bangunan permanen yang beralamat di Dusun Pang Ahmad, Desa Meunasah Blang, Kec. Peudada, Kab. Bireuen, Aceh. (status diblokir di BPN Kab Bireuen).