Home NASIONAL Jalin Asmara Dengan Istri Orang, Pria Asal Lombok Tengah Diusir Dari Desa

Jalin Asmara Dengan Istri Orang, Pria Asal Lombok Tengah Diusir Dari Desa

13
0

Jalin Asmara Dengan Istri Orang, Pria Asal Lombok Tengah Diusir Dari Desa – Seorang pria berinisial S yang berasal dari Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, terpaksa harus segera meninggalkan desanya untuk selama lamanya. Diketahui jika S telah diusir dikarenakan sudah melanggar sebuah hukum adat desa sesudah melakukan perselingkuhan dengan seorang perempuan yang berinisial D yang merupakan seorang istri dari orang lain tersebut.

Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah AKP I Putu Agus Indra menegaskan jika sebuah permasalah itu juga langsung diselesaikan dengan menggunakan cara hukum adat desa.

Sebuah kasus perselingkuhan itu pada akhirnya terbongkar pada hari minggu. Pada waktu itu suami D yang diketahui baru pulang dari Malaysiaa telah menemukan sebuah rekaman voice note yang mesra antara istrinya dengan bersama S melewati aplikasi whatsapp.

Dengan sebuah hubungan terlarang mereka berdua itu pada akhirnya juga sudah terbongkar sesudah sang suami D telah berhasil menemuka sebuah rekaman voice note di whatsapp antara D bersama dengan S.

Sang suami D lama kelamaan juga merasa kesal dan langsung mengajak pihak keluarganya untuk menghakimi S. akan tetapi sebuah keributan mereka itu juga sudah terdengan oleh anggota kepolisian sekitar dan segera mengamankan S.

Pada saat itu jika S juga tidak kunjung ditemukan, sebuah rumah bersama dengan unit mobil S itu juga sudah menjadi pelampiasan kemarahan dari suami D bersama dengan keluarganya.

Sesudah melakukan sebuah musyawarah diketahui jika S bersama dengan seorang perempuan yang diduga selingkuhannya itu juga sudah setuju untuk masalah ini jika akan ditempuh dengan menggunakan jalur hukum adat desa yang sudah berlaku pada kawasan Desa Pengembur. Sebuah proses hukum adat itu juga sudah disaksikan pleh para pihak keluarga masing masing bersama dengan warga sekitaran.

Berdasarkan hasil dari musyawarah adat setempat, diketahui jika kedua pihak keluarga juga sudah menyepakati jika yang sudah bersangkutan itu akan dikenai denda dari adat seperi sejumlah uang dengan sebesar Rp 5 juta bersama dengan sebuah sanksi yaitu mereka berdua akan diusir dari kampung halamannya tersebut.