Home NASIONAL Janjikan Dapat Pekerjaan, Sekuriti DPRD Kota Surabaya Tipu Korban Rp 55 Juta

Janjikan Dapat Pekerjaan, Sekuriti DPRD Kota Surabaya Tipu Korban Rp 55 Juta

10
0

Janjikan Dapat Pekerjaan, Sekuriti DPRD Kota Surabaya Tipu Korban Rp 55 Juta – Polisi berhasil mengungkap kasus penipuan yang dilakukan oleh seorang sekuriti DPRD Kota Surabaya. Kini polisi telah menahan pelaku.

Pelaku penipuan itu diketahui bernama Sugiarto (46), yang bertempat tinggal di kawasan Menganti, Gresik. Pelaku diamankan oleh Tim Antibandit Polsek Sawahaan pada 16 Juni 2020 lalu. Penangkapan itu dilakukan setelah pihak kepolisian mendapat laporan dari korban, yang sebelumnya sempat dijanjikan oleh pelaku akan bisa bekerja di salah satu dinas di Pemkot Surabaya.

Kanit Reskrim Polsek Sawahan Iptu Ristitanto saat dimintai konfirmasi pada Minggu (28/6/2020) menjelaskan menurut pengakuan tersangka, pelaku mengaku bekerja sebagai salah satu sekuriti di DPRD Kota Surabaya.

Ristitanto saat dihubungi mengatakan bahwa pelaku mengaku bekerja sebagai seorang sekuriti di DPRD Kota Surabaya.

Modus yang digunakan oleh pelaku dalam melancarkan aksi penipuan, yaitu dengan mengaku bisa memberi pekerjaan kepada korban, sebagai tenaga outsourcing di salah satu dinas di Pemkot Surabaya.

Ristitanto menambahkan jadi korban dijanjikan pekerjaan sebagai tenaga outsourcing oleh pelaku, yang akan dikontrak di bagian Dinas Kebersihan atau Dinas Pariwisata.

Saat itu, korban memberi uang kepada pelaku mencapai puluhan juta rupiah, sebagai uang pelicin untuk bisa masuk kerja di salah satu dinas di Pemkot Surabaya. Tetapi pada awal tahun 2020, janji pelaku tak kunjung dipenuhi hingga akhirnya korban meminta uangnya kembali. Tetapi tidak digubris oleh pelaku. Kemudian korban langsung melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

Ristitanto mengungkapkan korban awalnya sempat membayar uang kepada pelaku sebesar Rp 55 juta sebagai uang pelicin untuk bisa masuk kerja. Kemudian korban melaporkan pelaku ke pihak kepolisian, karena yang dijanjikan oleh pelaku belum juga terbukti adanya. Kemudian saat uangnya ditagih oleh korban untuk dikembalikan, pelaku justru berbelit-belit.

Di hadapan polisi, pelaku mengaku telah menghabiskan uang korban untuk memnuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam kasus tersebut, polisi berhasil mengamankan 5 lembar bukti kuitansi pembayaran dengan total uang mencapai Rp 55 juta. Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan.