Home NASIONAL Kalah Hasil Quick Count mempengaruhi saham Saratoga Milik Sandiaga Uno

Kalah Hasil Quick Count mempengaruhi saham Saratoga Milik Sandiaga Uno

37
0

INDOZOLA – Pilpres 2019 sudah selesai. Meski kita semua masih harus menunggu hasil dari KPU yang masih menghitung secara manual. Namun ternyata bisa kita lihat sudah banyak hasil hitung cepat (Quick Count) yang dikeluarkan berbagai lembaga survei.

Hampir seluruh hasil hitung lembaga survei menunjukkan kemenangan untuk pasangan nomor urut 01, Jokowi – Ma’ruf Amin.

Hasil pilpres tersebut ternyata sangat mempengaruhi beberapa aspek, salah satunya dari aspek keuangan seperti saham secara spesifik. Terlebih lagi saham-saham yang berkaitan dengan orang-orang penting yang terlibat dalam Pilpres kali ini.

Salah satunya yang terkena dampak adalah Saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) yang mengalami anjlok cukup dalam pada perdagangan semalam. Hal ini terlihat sepanjang pemilu, saham SRTG dianggap cukup fluktuatif.

Dari pantuan Indozola, pada perdagangan kemarin saham SRTG hanya bergerak seharian pada zona merah. Dan sempat anjlok cukup dalam, walau meski pada akhir perdagangan pelemahannya saham SRTG kian menipis.

Saat perdagangan pada sesi pertama, saham SRTG sudah sempat turun sampai level Rp 3.400 atau dapat dibilang anjlok 11% dari penutupan sebelumnya yang mencapai level Rp 3.840.

Setelah itu saham SRTG kembali menguat, namun masih tercatat di zona merah. Dan pada akhir perdagangan saham SRTG hanya turun 1,56% yaitu kembali ke posisi level Rp 3.780.

Memang Seperti diketahui Sandiaga Uno calon wakil presiden pasangan Prabowo Subianto menjadi pemilik sekaligus salah satu pendiri perusahaan investasi SRTG. Sandiaga sendiri sudah beberapa kali mengakui bahwa dia menjual kepemilikan sahamnya di SRTG hanya untuk dana kampanyenya.

Kali Terakhir Sandiaga menjual saham SRTG yang totalnya mencapai 19 juta lembar pada bulan April 2019. Seluruh penjualan saham SRTG itu dijual pada angka Rp 3.775 per lembar saham. Jadi jika dihitung-hitung maka total dana yang didapat Sandiaga adalah sebanyak Rp 71,7 miliar.

Jumlah saham SRTG yang dimiliki Sandiaga pun kembali berkurang. Sebelum transaksi-transaksi dalam pilpres kali ini, Sandiaga tercatat memiliki 605.365.429 lembar saham atau 22,3138%, kemudian berkurang menjadi 586.365.429 lembar saham atau setara 21,6134%

Jika kita tarik lebih jauh, dapat dilihat dari September 2018 saham SRTG bisa dibilang bergerak cukup dinamis. Pada 24 September 2018 saham SRTG tercatat berada di posisi Rp 3.930. Lalu keesokan harinya pada perdagangan 25 September 2018 saham SRTG naik cukup signifikan dan tinggi yakni 6,87% ke posisi Rp 4.200.

Tren positif saham SRTG tercatat terus berlanjut hingga pada 3 Oktober 2018 SRTG mencapai posisi tertinggi sejak kampanye dimulai yakni Rp 4.250. Selang 2 hari kemudian, pada 5 Oktober 2018 saham SRTG turun lagi ke posisi Rp 3.680. Kemudian pada 21 Desember 2018 saham SRTG mencapai level terendah selama masa kampanye yakni Rp 3.600.

Setelah itu saham SRTG bergerak cukup stabil di posisi Rp 3.700-3.800. Masa kampanye berlangsung cukup aman sehingga tidak terlalu berpengaruh pada saham, dan terlihat kedua kubu juga aman meskipun terkadang terjadi gesekan di social media.

Namun perdagangan 11 Maret 2019, saham SRTG melejit 20,05% ke Rp 4.490 secara tiba-tiba dan menjadikannya posisi tertinggi dari awal tahun. Memang Saat itu Sandiaga Uno terlihat kerap melakukan jual saham dan diliput oleh para media.

Kemudian keesokan harinya pada 12 Maret 2019 saham SRTG kembali merosot. Tercatat saat itu saham SRTG turun 13,81% ke Rp 3.870.

Menurut catatan dari detikFinance, Sandiaga sudah menjual 140.350.000 juta lembar saham SRTG. Lalu pada Oktober 2018 kepemilikan Sandi di saham SRTG sebanyak sebanyak 754.115.429 saham atau 27,79%, kini kepemilikan sahamnya berkurang menjadi 613.765.429 lembar atau 22,623%. Yakni sudah berkurang hampir 5%

Jadi jika ditotal, nilai transaksi dari aksi penjualan saham SRTG yang dilakukan Sandi sudah mencapai Rp 671,17 miliar.

Awal Pertama kali Sandi melepas sahamnya di SRTG sebanyak 51.400.000 lembar saham senilai Rp 194,08 miliar. Saham itu dijual di harga Rp 3.776.

Sandiaga tercatat menjual saham SRTG itu dalam dua kali transaksi. Transaksi pertama yang dilakukan pada 2 Oktober 2018 dengan menjual 12.000.000 lembar saham dan pada 3 Oktober 2018 yang terjual sebanyak 39.400.000.

Lalu dia juga melepas saham SRTG pada 8 Oktober 2018 yang tercatat sebanyak 28 juta lembar di harga Rp 3.776 dan 9 Oktober 2018 sebanyak 2,1 juta lembar saham di level Rp 3.802. Jika ditotal nilai transaksi di dua hari itu sudah mencapai Rp 113,7 miliar.

Sandiaga Uno

kemudian pada 26 November juga ada penjualan saham SRTG oleh Sandiaga di pasar negosiasi. Berdasarkan data transaksi bursa, terjadi transaksi jual-beli saham SRTG senilai Rp 37,76 miliar yang tercatat dilakukan investor asing. Jumlah saham yang ditransaksikan sebanyak 10 juta saham.

Lalu Sandiaga kembali melaporkan empat kali transaksi penjualan saham dari kurun waktu 27 November 2018 hingga 4 Desember 2018. Total jumlah saham yang dilepas Sandiaga tercatat mencapai 41,8 juta saham.

Sehingga tercatat dari empat kali transaksi tersebut harga jual setiap transaksi Rp 3.776/saham. yang artinya Sandiaga mendapatkan dana Rp 157,84 miliar dari hasil penjualan ini.

Pada 13 Desember 2018 Sandi juga mengumumkan melepas sebanyak 17.050.000 lembar saham. Seluruhnya dijual pada harga Rp 3.776/saham. Jadi jika dihitung nilai transaksinya kembali mencapai angka Rp 64,38 miliar.

Pada 20 Maret dijual sebanyak 6,40 juta saham di harga Rp 3.776. Kemudian, pada 26 Maret dijual 2 juta saham dengan harga saham yang sama. Dari dua transaksi ini, Sandiaga mengantongi kembali Rp 31,71 miliar.

Kemudian pada 9 April 2019 Sandi melepas 2 juta lembar saham. Lalu pada 10 dan 12 April dia juga menjual saham SRTG masing-masing sebanyak 7 juta dan 5 juta lembar saham.

Dari 3 aksi penjualan saham SRTG itu dilakukan di harga Rp 3.775 per lembar saham. Jika dihitung maka total dana yang didapat Sandi sebanyak Rp 71,7 miliar.

Pak Sandiaga kaya ya!

Sumber : Finance.Detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here