Home NASIONAL Kantor Lurah di Makassar Diserang OTK, Dipicu Keinginan Warga Karantina Corona Dipulangkan

Kantor Lurah di Makassar Diserang OTK, Dipicu Keinginan Warga Karantina Corona Dipulangkan

66
0

Kantor Lurah di Makassar Diserang OTK, Dipicu Keinginan Warga Karantina Corona Dipulangkan – Puluhan orang tak dikenal (OTK) melakukan penyerangan serta pengrusakan di salah satu kantor kelurahan yang ada di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Polisi mengatakan bahwa aksi penyerangan dan pengrusakan itu terjadi karena dipicu dari keinginan para pelaku supaya salah seorang warga yang sudah selama 25 hari menjalani karantina di hotel karena dicurigai terpapar virus corona atau Covid-19 untuk segera dipulangkan.

Kasubag Humas Polrestabes Makassar Kompol Edi Supriadi Idrus saat dimintai konfirmasi pada Selasa (9/6/2020) mengatakan bahwa menurut keterangan dari staf kelurahan, massa melakukan aksi protes dan mendesak pihak kelurahan untuk segera memulangkan salah satu warga yang diketahui bernama ibu Nursia (53) yang telah menjalani masa karantina selama 25 hari di hotel Harper.

Kompol Edi menambahkan ibu Nursia yang dikarantina di hotel Harper itu merupakan warga kelurahan Maccini Gusung, Kecamatan Makassar, kota Makassar. Hingga pada akhirnya, massa nekat melakukan penyerangan di kantor kelurahan setempat dengan melempari batu serta menggunakan benda tumpul lainnya.

Sebelumnya diberitakan, telah terjadi aksi penyerangan di kantor lurah Maccini Gusung, Makassar, yang terjadi pada Senin (8/6/2020) sekitar pukul 15.00 Wita. Para pelaku disebut juga telah melakukan pengrusakan fasilitas yang ada di kantor lurah tersebut.

Kompol Edi mengatakan bahwa ada sekitar 50 orang tiba-tiba mendatangi kantor kelurahan Maccini Gusung, lalu melakukan penyerangan dan perusakan dengan cara memecahkan kaca serta memporak-porandakan sejumlah fasilitas yang ada di dalam ruangan kantor kelurahan tersebut.

Selain itu, salah seorang staf kelurahan atas nama Muhamamad Iqbal Amiruddin juga ikut menjadi korban dalam aksi penyerangan itu dan sejumlah ponsel milik staf raib.

Kompol Edi mengatakan Bapak Muhammad Iqbal juga ikut menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh sejumlah pelaku dan ada 3 buah ponsel milik korban dan staf kantor kelurahan juga ikut raib dalam kejadian itu.

Pihak kepolisian setempat sendiri juga sudah turun tangan dengan mengamankan lokasi kejadian selang setengah jam kemudian dan masih terus melakukan penjagaan di lokasi untuk mencegah terjadinya aksi susulan.