Home NASIONAL Kebakaran Rumah Merangkap Peternakan di Cimahi Diduga Dari Tungku Yang Menyala

Kebakaran Rumah Merangkap Peternakan di Cimahi Diduga Dari Tungku Yang Menyala

9
0

Kebakaran Rumah Merangkap Peternakan di Cimahi Diduga Dari Tungku Yang Menyala – Kebakaran melanda sebuah rumah yang merangkap peternakan ayam di kawasan padat penduduk Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.

Peristiwa kebakaran yang terjadi pada Kamis (30/7/2020) sekitar pukul 11.00 WIB itu telah menghanguskan bangunan beserta isinya hampir 50 persen dan nyaris merembet ke rumah warga yang lainnya.

Selang beberapa menit setelah kejadian, petugas damkar tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman dan penyekatan api agar tidak merembet ke bangunan rumah di sebelahnya.

Komandan Regu I Pemadam Kebakaran Kota Cimahi Indrahadi saat dihubungi mengatakan kebarakan diduga berasal dari tungku yang dinyalakan oleh pemilik rumah bernama Mulyana. Usai menyalakan tungku untuk memasak air, Mulyana kemudian keluar untuk mencari pakan ayam.

Indrahadi mengungkapkan jadi korban meninggalkan rumahnya dalam kondisi tungku masih menyala. Hingga akhirnya api merambat ke tumpukan kayu yang ada di dapurnya sampai membesar dan membakar seisi rumah.

Beruntung saat kejadian, ayam-ayam ternak milik korban ditempatkan di kandang bagian luar sehingga tidak ikut terbakar.

Indrahadi menuturkan setelah dilakukan pengecekan ternyata ayam ternaknya semua selamat, karena ditempatkan di kandang luar. Yang hangus terbakar hanya bagian rumah utama dan sebagian kamarnya. Itu pun bukan tempat tinggal utama sang pemilik. Kerugian akibat kebakaran itu diperkirakan lebih dari Rp 50 juta.

Ketika proes pemadaman, pihaknya sempat mengalami kendala karena jauhnya jarak titik api dengan tempat kendaraan terparkir. Terlebih lagi, aksesnya yang sulit dijangkau karena melewati kebun pisang.

Indrahadi mengatakan untuk jalur utamanya harus memutar, jika menarik selang sedikit sulit karena sangat panjang. Jadi kami mengakalinya dengan menerobos kebun pisang milik warga, walaupun masih tetap jauh namun lebih dekat ke titik api dan tidak perlu menutar.

Warga sekitar, Enih (45) mengatakan ketika api mulai membesar dia langsung berteriak minta tolong untuk memadamkan api menggunakan peralatan yang seadanya.

Enih mengatakan awalnya kita juga tidak tahu, tiba-tiba api sudah membesar begitu saja. Melihat hal itu, dirinya langsung teriak kebakaran, kemudian warga berdatangan dan beruapa memadamkan api agar tidak merembet ke rumah sebelah.