Home POLITIK Kejanggalan kematian anggota KPPS

Kejanggalan kematian anggota KPPS

386
0

Dokter Syaraf , Ani Hasibuan mendatangi anggota DPR Fahri Hamzah untuk pengaduan masalah petugas KPPS yang meninggal dunia,

Menurut Ani Hasibuan Tewasnya anggota KPPS saat pemilu 2019 ada nya Unsur kelalaian , dan Negara Perlu membentuk Team Pencari Fakti (TPF).

KPU di mintai tanggung jawab atas tewasnya anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada Pemilu 2019

Dokter Syaraf Ani Hasibuan sudah melakukan Investigasi di Yogyakarta, Dan Ani Hasibuan meminta agar para korban KPPS itu di otopsi .

“Ini Sudah lucu ‘ Saya dokter” ini Pembantaian apa Pemuli, Kenapa Banyak sekali yang tewas akibat kelelahan”? ini kan pemilu seharusnya happy dong, kan ganti pemimpin yang baru , ujar nya,

Dan hasil Investigasi Sang Dokter Syaraf Ani Hasibuan menunjukan tidak ada Anggota KPPS yang mati di akibatkan kelelahan,Menurut Ani penelitian tentang anggota KPPS yang mati perlu di teliti lebih dalam lagi,

beriku adalah bukti hasil investigasi Doter Syaraf Ani Hasibuan korban di kabupaten Sleman Yogyakarta,
Nama Tg (52), asal Kabupaten Sleman, meninggal 19 April 2019 karena bunuh diri. Kemudian LS (60), Kabupaten Sleman, meninggal 23 April 2019 karena sakit. Nama SDT (51), Kabupaten Sleman, meninggal 22 April 2019 karena sakit dan terjatuh di kamar mandi.

“Membunuh tanpa alasan ,1 nyawa saja , sama saja membunuh 1 dunia,
ini sudah 500 orang yang Tewas dan kita hanya diam saya , ?

“Yang ingin saya minta di sini, ayok dong di periksa,” ” DI Jogja ada korban 4anak dan Istrinya tidak bekerja, mau di apain sma negra tuh ? ,


Dalam Talshow kemarin 7/5/2019 di TVone Ani Hasibuan bersama Pengamat Politik, Rocky Gerung, Politisi PDI perjuangan Adian Napitupulu, Komisioner KPU 2007-2012, dan Gusti Putu Artha,

Menurut Ani dalam acara Talshow tersebut , terbongkar kejanggalan dan kelalaian pada saat perekrutan anggota KPPS, terutama pada surat keterangan kesehatan,

Ini Pemuli serentak , pekerjaan yang sangat berat, dan di waktu pengambilan anggota seharusnya, harus benar-benar di periksa dulu kesehatannya,

Jangan hanya datang minta surat keterangan sehat, di tensi enggak di ronsen juga enggak !!

Dan dari ini bisa kita simpulkan bahwa banyak sekali terjadinya kelalaian yang sudah terjadi, dengan terkaitnya korban meninggal yang mempuai penyakit ginjal,

Ini benar tidak logis jika orang yang punya penyakit ginjal dan berusia 60 di kerjakan 3×24 jam,

“Di situ juga suatu kelalaian menurut saya. Lalai dong. Sudah tahu beban kerja banyak, kok orang tidak disiapin. Sudah tahu beban kerja banyak, kok orang 60 tahun masih diterima. Mungkin gak orang 60 tahun bekerja 3 x 24 jam sehari,”

“Saya tak ikut-ikut dengan urusan sebelah sini sebelah sana. Saya dokter. Teliti, otopsi. Teman saya di RSCM itu mau bantu ko, ayo dong dipekerjakan,” kata Ani Hasibuan.

Kita periksa smua korban dari mulai hari pencoblosan sampai hari ini,

Team Pencari Fakta (TPF) 2019

TPF korban Pemuli 2019 akan di berikan tugas untuk mengungkapkan sedetail-detailnya hal yang menyebabkan ratusan orang meninggal pada pilpres 2019,

“Anggota TPF korban pemili  bisa siapa saja, bisa Adian Napitupulu, Bung Puthu, Bung Rocky. Tugasnya mengungkap secara tugas kasus ini,”

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengadakan pertemuan dengan beberapa Pihak , untuk membahasa tentang anggota KPPS yang meninggal dunia saat menjalankan tugas,

dan hal itu membuat dia bertemu lagi dengan Dokter Syaraf Ani Hasibuan,

Di saat ani melakukan tugas nya di Yogyakarta ia merasa Miris melihat para korban, apa lagi usia korban baru sekitar 20thn dan 40tahun,
dan tidak mungkin dalam umur segitu meninggal karena kelelahan,

Terkait itu Fahri Hamza meminta KPU bersikap terbuka dan tidak ada yang di tutup – tutupi, “Masa ada nyawa begitu banyak hilang terus kita tutup-tutupi. Buka saja, bentuk tim investigasi,” kata Fahri.


Baca juga berita seputaran berita lainnya tentang bola di bolazola.com