Home NASIONAL Kepala Desa Rely Kemit Dimata Camat Sibolangit Tegas dan Tidak Neko-Neko

Kepala Desa Rely Kemit Dimata Camat Sibolangit Tegas dan Tidak Neko-Neko

107
0
Kepala Desa Rely Kemit Dimata Camat Sibolangit Tegas dan Tidak Neko-Neko

Indozola – Kepala Desa (Kades) Ketangkuhen, Kecamatan Sibolangit, dikabarkan tewas secara mengenaskan di sebuah rumah, di perumahan Taman Permata Surya Blok E, Dusun VII, Desa Kedai Durian, Kecamatan Delitua, Deliserdang pada hari Minggu 10 November 2019.

Jenazah pria bernama Rely Kemit itu, ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamr mandi.

Camat sibolangit Febri Efenetus Gururinga, mangaku kaget mendengar salah satu perangkatnya itu tewas secara mengenaskan.

Febri mengatakan, awal mengetahui Rely meninggal diberitahukan oleh Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kecamatan Sibolangit.

“Setelah diberi kabar dari Ketua FKDM kecamatan, saya langsung turun kelokasi. taopi saya sampai disana, sudah dibersihkan,” ucap Febri.

Ketika ditanya prihal kesannya kepada sosok korban, Febri mengaku jika Rely merupakan sosok peminpin desa yang tegas, selama mengenal Rely, Febri mengatakan korban tidak pernah neko-neko dalam menjalankan tugas.

“Di mata saya, Kades ini pekerja keras, terus enggak mau neko-neko kalau kerja,”ungkapnya.

Febri mengatakan, jika setiap ada arahan dari kecamatan, Rely selalu mengerjakan pereintah dari atasan nya dengan maksimal.

Dengan kinikerja yang diberikan secara total, Rely terhitung sudah tiga priode menjabat sebagai Kades.

“Sudah tiga priode beliau ini menjadi Kades, ini priode yang terakhir lah, ya warga termasuk senang lah dengan kemimpinan dari almarhum,” ujarnya.

Febri mengaku dirinya tidak mengetahui secara pasti Rely melakukan pengobatan apa. sebab dirinya tidak mengetahui jika Rely sedang mengalami sakit.

“Sempat dengar juga kalau almarhum pernah jatuh dari sepeda motor, patah kakinya beberapa bulan lalu. namun kalu medis enggak poernah dengar. anaknya juga enggak ada bilang kalau ayahnya tengah sakit,” kata Febri.

Ia mengungkapkan, ketika korban sedang berada dirumah sakit bhayagkara, Medan, tapi, dirinya belum mengetahui kapan jenazah akan dibawah ke rumah duka utuk disemayamkan. karena menunggu keputusan pihak keluarga.