Home KESEHATAN Kerja Lembur Bisa Jadi Penyebab Kebotakan

Kerja Lembur Bisa Jadi Penyebab Kebotakan

26
0

Kamu mungkin seering mendengar bahwa orang-orang yang mengalami kebotakan rambut atau bahkan kebotakan biasanya karena mereka stres. Kini riset mengungkapkan, penyebab seseorang mengalami kebotakan adalah karena bekerja lebih dari 52 jam per minggu.

Umumnya, orang yang bekerja hanya sekitar 40 jam per minggu. Namun di beberapa negara memang ada yang mengharuskan seseorang untuk bekerja lebih lama atau lembur. Salah satunya di negara korea Selatan.

Penelitian ini dilakukan oleh peneliti di Sungkyunkwan University of Medicine di Korea Selatan dan melibatkan 13 ribu pria berusia 20 sampai 59 tahun sebagai respondennya. Para responden dalam riset ini di bagi ke dalam bebearapa kelompok sesuai dengan jam kerja mereka. Setelah itu penelitian melakukan pengamatan dan mengumpulkan data-data yang diperlakukan. Peneliti juga mempertimbangkan faktor-faktor seperti, status pernikahan, pendapatan, kebiasaan merokok, dan faktor-faktor lain yang tearkait.

Riset yang dilakukan selama empat tahun dari 2013 hingga 2017 itu menemukan bahwa bekerja dengan waktu yang lebih lama secara signigikan berkaitam dengan kebotakan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa pria yang bekerja dalam waktu lama berpotensi meningkatkan perkembangan alopecia atau kerontokan rambut. Mengapa demikian?

Hal ini karena stres yang mungkin dialami bisa menyebabkan perubahan level hormon di beberapa area tubuh, salah satunya kulit kepala. Perubahan hormon yang terjadi saat kamu mengalami stres dapat menghambat pertumbuhan folikel rambut pada kulit kepala. Stres menyebabkan sistem kekebalan tubuh justru menyerang folikel rambut. Selain itu stres juga mengubah katagen atau fase istirahat sehingga membuat rambut bearhenti tumbuh.

Oleh karena itu, batasan waktu bekerja sangat di perlukan bagi mereka yang berusia antara 20 hingga tahunan, di mana gejala kontrakan rambut mulai muncul . Tak hanya penelitian ini banyak risel lain yang juga mengatakan bawa alopecia atau kerontokan rambut disebabkan oleh stres. Dalam penelitian yang menjadikan tikus sebagai percobaan oleh stres. Dalam penelitian yang menjadikan tikus sebagai percobaanya ditemukan bahwa stres menghambat pertumbuhan rambut, siklus katagen, dan dapat merusak folikel rambut. Sayangnya, penelitian ini tak memasukan wanita sebagai respondenya.