Home NASIONAL Kesal Tak Diberi Uang, Pengamen di Samarinda Ludahi Pengemudi Ojol

Kesal Tak Diberi Uang, Pengamen di Samarinda Ludahi Pengemudi Ojol

11
0

Kesal Tak Diberi Uang, Pengamen di Samarinda Ludahi Pengemudi Ojol – Aparat Polsekta Samarinda Ulu mengamankan seorang pengamen bernama Taufik (19) di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) karena telah meludahi seorang pengemudi ojek online (ojol).

Peristiwa itu terjadi pada Senin (29/6/2020) kemarin, Taufik juga sempat ingin menikam driver ojol itu namun gagal. Kemudian, pria warga Jalan Selili Samarinda itu langsung melarikan diri.

Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Ulu, M Ridwan, saat dikonfirmasi pada Selasa (30/6/2020) mengatakan pelaku yang membawa badik sepanjang 25 sentimeter itu lalu mengejar pengemudi ojol, pelaku juga sempat menusukkan badik itu ke arah korban tetapi sempat ditangkis oleh korban. Mengetahui usahanya gagal, pelaku langsung kabur meninggalkan korban, sementara warga sekitar mulai berdatangan.

Ridwan mengatakan kejadian itu bermula ketika korban bernama Alexander Lile Tukan (28) melaju dari Jalan Dr Soetomo menuju ke Jalan S Parman untuk mengantarkan penumpang. Namun ketika berhenti di traffic light, Taufik yang tengah mengamen mendatangi korban.

Ridwan melanjutkan karena merasa jengkel tak diberi uang setelah bernyanyi, pelaku kemudian meludahi korban. Tetapi saat itu korban tidak melawan karena tengah membawa penumpang, usai mengantarkan penumpangnya korban lalu kembali ke TKP dan bertanya ke pelaku apa alasan meludahinya.

Saat itulah, terjadi cekcok mulut dan pelaku langsung mengambil sajam dari pinggangnya dan langsung ditusukkan ke arah korban, namun korban sempat menghindar sementara pelaku kabur.

Kemudian, korban menghubungi teman-teman ojolnya untuk mencari keberadaan pelaku. Polisi yang mengetahui kejadian itu langsung mencari keberadaan pelaku. Dari informasi rekan-rekan pengamennya, polisi akhirnya menemukan alamat pelaku.

Saat didatangi, pelaku sedang berada di rumah dan ketika kami geledah sajamnya masih disimpan di pinggangnya. Pelaku pun langsung diamankan ke polsek.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 2 ayat (1) dan (2) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 LN No.78 Tahun 1951 dan Pasal 335 Ayat (1) ke 1 KUHP terkait membawa sajam tanpa izin dan melakukan ancaman dengan sajam. Pelaku pun terancam hukuman di atas empat tahun penjara.

Saat dimintai keterangan soal alasan melakukan perbuatannya, Taufik mengaku jengkel karena sudah lama bernyanyi namun tidak diberi uang.