Home NASIONAL KLHK Amankan Pria di Garut Karena Praktik Jual Beli Pipa Rokok Gading...

KLHK Amankan Pria di Garut Karena Praktik Jual Beli Pipa Rokok Gading Gajah

70
0

KLHK Amankan Pria di Garut Karena Praktik Jual Beli Pipa Rokok Gading Gajah – Direktorat Jenderal Penegakkan Hukum (Ditjen Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berhasil meringkus seorang pria berinisial RGK (40) asal Garut. Pria itu diamankan karena melakukan praktik jual beli pipa rokok terbuat dari gading gajah Sumatera.

RGK diamankan pada Kamis (4/6/2020) di rumahnya yang ada di Desa Padaasih, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut. Ada tiga buah pipa rokok yang disimpan oleh pelaku.

Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan Ditjen Gakkum KLHK Sustyo Iriono saat dihubungi mengatakan RGK mengaku hendak menjual tiga pipa rokok berbahan gading gajah Sumatra yang masing-masing berukuran 18 sentimeter, 12 sentimeter dan 10 sentimeter.

Dari hasil penyidikan sementara, RGK menjual pipa rokok gading gajah itu dengan harga bervariasi dari harga Rp 500 ribu sampai Rp 4,5 juta. Dihadapan penyidik KLHK, RGK mengaku mendapatkan pipa rokok tersebut dari berbagai pihak.

Sustyo menuturkan RGK mengaku hanya mempunyai dua pipa rokok. Salah satunya adalah titipan temannya yang hendak dijual kembali. RGK mendapat pipa rokok gading gajah itu dari beberapa pihak di Garut.

Sustyo menuturkan penangkapan RGK berawal dari hasil pengembangan kasus atas penangkapan PE yang merupakan pemilik gading gajah di Pekanbaru pada Februari 2020 lalu.

RGK dinyatakan bersalah telah melanggar Pasal 21 ayat 2 huruf d Jo Pasal 40 ayat 2 Undang-undang nomor 5 tahun 1990 soal konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem dan terancam hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp 100 juta.

Sustyo mengatakan KLHK berkomitmen akan terus melindungi dan melestarikan sumber daya alam. Sementara itu, tim juga mengamankan sejumlah ekor burung yang dilindungi di Kecamatan Tarogong, Kabupaten Garut. Ada 10 ekor burung yang diamankan dari seorang nenek berusia 70 tahun.

Burung-burung tersebut terdiri dari k3 ekor kakak tua jambul kuning, 4 ekor nuri kepala hitam, 2 ekor nuri kepala merah dan 1 ekor bayan merah. Burung-burung tersebut kemudian dititipkan ke lembaga konservasi Cikembulan Garut.

Sustyo mengatakan pemilik mengaku burung-burung tersebut merupakan pemberian atau titipan dari anak-anaknya yang didapat dari pasar burung di Jakarta dan Garut.