Home POLITIK KPU: Sebutan Mahkamah Kalkulator Bentuk Penghinaan

KPU: Sebutan Mahkamah Kalkulator Bentuk Penghinaan

154
0

INDOZOLA – Tim Kuasa hukum KPU RI menganggap sebutan Mahkamah kalkulator untuk Mahkamah Konstitusi (MK) yang di sampaikan Tim Hukum Prabowo- Sandiaga sebagai bentuk penghinaan. Mereka menilai permohonan berupaya untuk menggiring opini dengan menyebut kalau MK menjadi Mahkamah Kalkulator

Pernyataan itu disampaikan Anggoota tim kuasa hukum KPU Ali Nurdin saat menyanmpaikan jawaban atas permohonan yang telah disampaikan tim kuasa hukum Capres- Cawapres Prabowo -Sandi dakan sudang lanjutan gugatan sengketa Pilpres 2019.

“Termohon menilai upaya Permohonan mencoba menggiring opini karena menyebut MK sebagai mahkamah kalkulator.Penyebutan Mahkamah Kalkulator sebagai penghinaan,” kata Alu di ruangg sidang, Gedung MK , Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat Selasa 15/06/2019

Istilah Mahkamah kalkulator sempat dipopulerkan oleh mantan Ketua MK Mahfud MD yang dapat diartikan dengan kemampuan MK yang di anggap hanya bisa menyelesaikan perkara dengan penghitungan kuantitatif

“Dalil pemohon yang mempertanykan independensi MK membahayakan kelangsungan demokrasi yang sudah susah payah di bangun,” sambungnya

Ali kemudian membela MK. Menurutnya, MK tidak pernah memperhatikan diri sebagai mahkamah Kalkulator seperti yang disampaikan oleh ketua tim kuasa hukum Prabowo – Sandiagam Bambang Widjojanto beberapa waktu lalu.

Sebagai bukti. Ali menjelaskan pencapaian MK yakni memutuskan adanya pemungutan suara ulang saat Pilkada 2018 lalu. Saat itu, KPU harus menggelar pemungutan suara ulang di 69 TPS yang tersebar di berbagai Provinsi.

“MK tidak pernah menunjukan dirinya sebagai Mahkamah Kalkulator. Sebagai bukti. Pilkada serentak 2018. 8 pemilihan Pilkada tahap pembuktian 5 pemilihan di putuskan pemungutan suara ulang,” ucap nya

Jangan lupa untuk menonton film bioskop kesayangan anda hanya di ZOLAXXI.COm