Home NASIONAL Kurir Sabu Jaringan Internasional Terancam Hukuman Mati

Kurir Sabu Jaringan Internasional Terancam Hukuman Mati

54
0
Kurir Sabu Jaringan Internasional Terancam Hukuman Mati

Indozola – Pada hari Kamis 12 September 2019, jaksa penuntut umum Jacky Situmorang menuntut terdakwa kurir sabu seberat 45.000 gram dan 40.000 butir pil ekstasi Aupek (38) dengan ancaman hukuman mati di Pengadilan Negeri Medan.

Diketahui Aupek (38) adalah warga asal Kota Dumai, Riau ini dijerat dengan pasal 114 ayat 2 UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Dengan ini menyatakan terdakwa Aupek terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 114 ayat 2 UU RI No 35 Tahun 2009 tetang narkotika. dengan tuntutan pidana mati,” ungkap jaksa.

Aupek begitu mendengar tuntutan dari jaksa, sontak terheran dan tertunduk lemas dihadapan majellis Hakim yang diketuai Erintuah Damanik.

Terdawa yang saat itu berbaju tahanan dan mengenakan peci hitam ini kelihatan kebingungan karena pengacara terdakwa tak ada mendampingi dirinya.

Usai dibacakan, Hakim Erintuah menyebutkan dirinya bersama pengacara Chandra memiliki waktu untuk melakukan nota pembelaan pada 19 september 2019 mendatang.

“Jadi kamu punya waktu seminggu, beritahukan sama pengacara kamu supaya hadir. karena ini yang kedua kali dia tidak hadir. jadi kalau tidak ada nota pembelaan kita anggap tidak ada,” tegas hakim.

Seusai sidang, terdakwa menjelaskan bahwa pengacaranya ada di Medan namun terlambat hadir ke persidangan.

“Pengacara saya datang cuma terlambat pesawatnya, sampai saat ini akupun enggak tahu gimana, enggak ada keterangan,” cetusnya.

Aupek (38) diketahui merupakan kurir sabu jaringan internasional Indonesia – Malaysia.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Jacky Situmorang sebelumnya telah menolak eksepsi (nota keberatan) yang diajukan terdakwa melalui tim kuasa hukumnya.

Jaksa Jacky Situmorang menegaskan dalam tanggapan bahwa sikapnya akan tetap seperti surat dakwaan yang telah dibacakan sebelumnya.

“Kami tetap pada surat dakwaan,” ujar Jaksa Jacky Situmorang dihadapan majelis hakim yang diketuai Erintuah Damanik.

Setelah pembacaan tanggapan , majelis hakim menutup sidang dan melanjutkan pada pekan depan dengan agenda keputusan sela.

Kronologi penangkapan Kurir sabu jaringan Internasional

Sebelumnya dalam konfrensi pers Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Andrianto, di Mapolrestabes Medan, 26 Desember 2018 lalu menyebutkan kasusu ini terungkap setelah pihaknya mendapat informasi bakal terjadi transaksi narkoba di Kota Medan.

Tim Satres Narkoba Polrestabes Medan yang mendapat informasi tersebut langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap 4 orang yang berperan menjadi kurir.

Diantaranya Abdul Bayu yang diamankan di Jalan Sei Situmandi, Kelurahan Babura , Kecamatan Medan Baru.

Dari hasil penangkapan tersebut polisi berhasil mengamankan narkotika jenis sabu seberat 3.500 gram, satu uni timbangan elektrik, satu bungkus plastik klip dan satu unit HP.

Lalu keesokan harinya, petugas kembali menangkap tiga orang tersangka atas nama Aupek, Junaidy Zulfan dan Aminal di Jalan SM Raja Medan, persis di pintu keluar gerbang tol Amplas.

“Selain 45.000 gram sabu dari ketiganya kami juga mengamankan barang bukti berupa 40.000 butir pil ekstasi. 6 kg keytamin, 1 unit timbangan elektrik, 1 bungkus plastik klip, 9 unit ponsel dan 11 kartu ATM,” ujarnya.

Ketika di periksa Aupek mengaku bahwa barang yang dia dapatkan berasal dari Malysia dan diambil Di Dumai .dia juga mengatakan menerima barang haram itu di darat dan tugasnya hanya mengambil saja. dia di janjikan akan di beri upah Rp 20 Juta per kilogram barang yang berhasil di antar.

orang yang menyuruhnya bernam Pak Cik warga negara malaysia. Aupek mengungkapkan bahwa tertangkapnya dia merupakan aksi kedua dirinya beraksi. karena sebelumnya dia sudah perna mengedarkan 10 kilogram sabu beberapa waktu yang lalu.