Home KESEHATAN Manfaat Bangun Tidur Di Pagi Hari Bisa Bisa Turunkan Risiko Kanker...

Manfaat Bangun Tidur Di Pagi Hari Bisa Bisa Turunkan Risiko Kanker Payudara

40
0

INDOZOLA – Sebuah ka Sebuah kajian skala besar baru menemukan manfaat lain rutiniyas bangun tidur di pagi hari. terutama bagi wanita. Menurut riset tersebut, wanita yang rutin bangun pagi secara alamiah memiliki risiko lebih rendah terkena kanker payudara ketimbang mereka yang suka begadang. jian skala besar baru menemukan manfaat lain rutiniyas bangun tidur di pagi hari. terutama bagi wanita. Menurut riset tersebut, wanita yang rutin bangun pagi secara alamiah memiliki risiko lebih rendah terkena kanker payudara ketimbang mereka yang suka begadang.

Kajian tersebut dilakukan Inggris, Amerika Serikat. Prancis dan Norwegia. dalam penelitian ini . mereka melibatkan setidaknya 180.216 di kajian UK Biobank dan 228.952 wanita di kajian Breast Cancer Association Consortium (BCAC).

Dalam kajian ini . para peneliti menggunakan teknik yang disebut randomisasi Mendelian. Teknik ini melibatkan mengkaji varian genetik untuk melihat apakah fakto tertentu terkait risiko lebih tinggi atau rendah terkena penyakit itu.

Menurut Times Now News, para periset menganalisa varian genetik wanita dengan tigak karaktersitik tidur tertentu – preferensi pagi atau malam (yang dikenal sebagai kronotope). durasi tidur dan insomnia, Randomisasi Mendelian ini memberikan hasil yang lebih terpecaya jika sebuah kaitan ditemukan, naka itu lebih mengindikasikan hubungan langsung.

Penelitian itu menunjukan bukti konsisten bahwa orang yang rutin bangun pagi terkait risiko mengembangkan kanker payudara lebih rendanh ketimbang yang suka begadang, Ada juga bukti sugestif jika tidur lebih lama dari rekomdasi 7 – 8 jam dalam semalam terkait peningkatan risiko penyakit tersebut. Meskipun penemuan ini tidak menjelaskan apa efek insomnia terhadap risiko kanker payudara.

Tim ini menambahkan, efek kebiasaan tidur sepertinya lebih rendah dari efek risiko lain untuk kanker payudara seperti Indeks Massa Tubuh(BMI) dan konsumsi alkohol. Meski mereka menambahkan penemuan ini punya implikasi pengaruh kebiasaan tidur untuk memperbaiki kesehatan.

Merak juga mencatat bahwa kajian ini punya batasan , Misalnya, jaian ini menggunakan ukuran tidur yang dilaporkan sendiri yang bisa menjadi subyek ketidak akurasian dan hanya melihat wanita keturunan Eropa. sehingga penemuan ini mungkin tidak pas dengan kelpmpok lain. Namun, kekuatan kajian ini adalah periset menggunakan sejumlah metode untuk mengakses data dari dua kajian berkualitas tinggi.

Wanita yang bekerja shift malam juga ditemukan memiliki