Home NASIONAL Menelusuri Jejak Sejarah Perjuangan Kemerdekaan di Sumatera Utara

Menelusuri Jejak Sejarah Perjuangan Kemerdekaan di Sumatera Utara

67
0
Menelusuri Jejak Sejarah Perjuangan Kemerdekaan di Sumatera Utara

Indozola – Pada hari sabtu 17 Agustus 2019, Alliance Francaise Medan berkerjasama dengan Museum Negeri Sumatera Utara adakan tour museum dan seminar gratis acara ini dibuat dalam memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 dalam seminar tersebut akan membahas tema tentang Rekam Jejak Sejarah Perjuangan di Sumatera Utara yang dilaksanakan di Museum Negeri Sumut, Jalan HM Joni Nomor 51, Teladan Baru.

Para Peserta yang terdiri dari komunitas, anak SMA, guru serta masyarakat umum terlihat bersemangat mengikuti serangkaian acara. para peserta yang mengikuti acara tour museum akan dibagi menjadi beberapa kelompok dan disediakan pemandu yang akan menjelaskan tetang barang – barang sejarah.

Sang pemandu menjelaskan secara terperinci barang peningalan zaman prasejarah hingga reformasi dan beberapa perserta mengaku ini adalah yang pertama kali mereka memasuki museum negeri meski sudah puluhan tahun tinggal di Medan.

Dari perwakilan museum, Sumarni Ginting yang akan membawahkan seminar yang bertema Rekam Jejak Sejarah Perjuangan di Sumatera Utara, baginya mengigat kemerdekaan RI haruslah mengigat bagaimana perjuangan para tokoh Sumatera Utara memproklamasikan kemerdekaan.

“kita pernah mendengarkan dari orang tua serta guru disekolah bahwa kita dijajah belanda 350 tahun dan jepang 3,5 tahun. bagi mereka 3,5 tahun itu terasa sangat berat dilewati, apalagi Sumatera Utara terlambat mendapatkan informasi kemerdekaan, di Medan terus terjadi pergolakan, jadi kemerdekaan itu memang hanya didengar saja, meski demikian dengan keberaniannya Gubenur Sumatera Muhammad Hasan pada 6 Oktober 1945 memproklamirkan kemerdekaan dan 9 Oktober 1945 nama Fukuraido berubah menjadi Lapangan merdeka, ” katanya.

Ia menerangkan bahwa Medan memiliki banyak peristiwa bersejarah yang patut dikenang bersama, seperti pada tanggal 6 Oktober 1945 rapat raksasa di lapangan fukuraido sekaligus mengumumkan berita proklamasi 17 Agustus 1945 keseluruh masyarakat di Sumatera Utara di buka oleh Ketua BPI Soegondo Kurtoprojo dan Gubenur M.Hasan membacakan teks proklamasi. upacara penaikan Bendera Merah Putih kala itu juga diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Lalu ia menceritakan pasca diproklamasikannya kemedekaan di Medan, masyarakat berramai-ramai membuat pawai raksasa dengan membawah spanduk kemerdekaan sambil mengelilingi kota Medan.

“Tanggal 9 Oktober 1945, sekutu mendarat di belawan dan di atas kapal tersebut dilangsungkan perundingan serah terima kekuasaan antara Jepang dengan sekutu dari pihak Jepang di wakili Jenderal Sawamura menyerakan daerah Sumatera Timur, Tapanuli dan Aceh kepada sekutu yang di wakili oleh Brigader Jenderal Ted Kelly, rombongan tentara sekutu kurang lebih 800 orang terdiri dari bangsa Inggris, India Sheik, India Muslim dan Gurkha turut membonceng tentara Belanda yang menjajah kembali menjajah kembali Bumi Indonesia, : katanya bercerita.

Kemudian ia lanjut bercerita, sesampai di Medan rombongan disambut Letnan Brongest, dan tanggal 10 Oktober 1945 terjadi demontrasi besar- besaran dan pawai raksasa untuk meyakinkan sekutu bahwa rakyat Indonesia ingin merdeka.

Arakan besar terdiri dari berbagai lapisan masyarakat dari dalam kota maupun luar kota Medan, panjang arakan kurang lebih 5 km melalui jalan raya berpusat dari Lapangan Merdeka dengan spanduk Right or Wrong Is My Country.

“Inti dari pawai tersebut adalah menegaskan kepada tentara Inggris bahwa Indonesia sudah merdeka dan menolak siapapun yang mau menguasai atau menjajah kembali. ” katanya.

Perwakilan Alliance Francaise Medan, Yessi Nahampuan mengatakan kegiatan ini dilaksanakan oleh Alliance Francaise Medan berkerjasama dengan Museum Negeri Sumatera Utarda guna memperingati hari kemerdekaan Indonesia.

“kami berharap kegiatan ini dapat memberikan nilai-nilai edukasi sejarah Indonesia, terutama mamahami sejarah perjuangan di Sumatera Utara, ” katanya