Home NASIONAL Mengaku Dipecat Usai Menanyakan Soal THR, Seorang Karyawan di Makassar Lapor ke...

Mengaku Dipecat Usai Menanyakan Soal THR, Seorang Karyawan di Makassar Lapor ke Disnaker

32
0

Seorang karyawan yang diketahui bernama Syamsul Arif Putra di kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengaku dipecat oleh perusahaan tempat ia bekerja karena menanyakan tentang tunjangan hari raya (THR). Syamsul Arif kemudian melaporkan hal itu ke Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Makassar.

Menurut pengakuan dari Syamsul Arif, ia bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang konsultan lingkungan. Lokasi kantor tempat ia bekerja berada tepat di wilayah Tallasa City, Makassar.

Syamsul saat dimintai konfirmasi pada Senin (25/4/2022) mengatakan saya sudah membuat laporan mengenai hal itu ke Disnaker Kota Makassar pada tadi pagi.

Syamsul Arif mengatakan pemecatan atas dirinya itu berawal saat dirinya memberanikan diri untuk bertanya soal tunjangan hari raya (THR) ke salah seorang pimpinan di perusahaan tersebut. Aksi yang dilakukan oleh Syamsul Arif itu sekaligus sebagai perwakilan atas aspirasi rekan-rekan sekantornya yang lain. Usai hal tersebut ditanyakan kepada salah satu pimpinan perusahaan, Syamsul Arif mengaku mendapat tekanan dalam hal pekerjaannya sampai akhirnya dia dipecat secara mendadak.

Syamsul Arif mengungkapkan saya tiba-tiba diberhentikan oleh perusahaan secara sepihak. Menurut saya hal itu juga tidak legal, karena saya diberhentikan dari pekerjaan saya secara lisan, tidak sampai ada yang tanda tangan lalu diberikan surat pemberhentian dan semacamnya.

Syamsul Arif mengaku bahwa pemecatan atas dirinya itu tidak legal karena tidak ada yang bertanda tangan dan tidak ada pemberian surat pemberhentian kerja dan semacamnya. Ia mengaku diberhentikan dari pekerjaannya ini secara lisan saja.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Makassar bernama Nielma Palamba turut membenarkan adanya laporan yang masuk dari Syamsul Arif. Aduan tersebut dilaporkan oleh yang bersangkutan di posko Disnaker yang ada di kantornya yang terletak di Jalan AP Pettarani, Makassar. Nielma pPlamba menyebut laporan pemecatan gegara menanyakan soal THR ini perlu dilakukan mediasi antara kedua belah pihak.