Home NASIONAL Motif Pria di Banten Membunuh Istri-Anaknya: Depresi Karena Terhimpit Ekonomi Dan Perselingkuhan

Motif Pria di Banten Membunuh Istri-Anaknya: Depresi Karena Terhimpit Ekonomi Dan Perselingkuhan

24
0

Seorang pria di Serang, Banten, tega menghabisi nyawa istri dan anaknya. Diketahui bahwa alasan di balik tindakan kejinya itu yakni karena depresi terhimpit masalah ekonomi dan masalah perselingkuhan.

Aksi pembunuhan itu terjadi di Kampung Baru, Kabupaten Serang, Banten pada Jumat (8/4/2022) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Untuk korbannya yakni seorang wanita bernama Tumijem dan anaknya, yang masih duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar (SD), keduanya dibunuh oleh pelaku Supriadi.

Peristiwa pembunuhan itu turut dibenarkan oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Serang bernama AKP Dedi Mirza. Pelaku saat ini telah diamankan polisi.

AKP Dedi mengatakan jumlah korban ada dua orang yaitu istrinya dan anaknya balita berusia 9 tahun, untuk pelakunya diduga adalah suaminya sendiri.

Pihak kepolisian kemudian melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. Usai peristiwa pembunuhan itu, jenazah kedua korban langsung dibawa ke institusi medis Bhayangkara untuk identifikasi.

Polisi mengungkapkan motif pembunuhan itu. Supriadi mengaku tertekan karena terlilit utang dan masalah perselingkuhan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal AKP Dedi Mirza menjelaskan yang pertama motif pembunuhan itu karena terhimpit masalah keuangan. Ada dorongan dari dalam yang menghasut pelaku bahwa ada perselingkuhan. Tetapi, kita tetap harus menemukan siapa yang dimaksud, apakah itu berdasarkan fakta atau tidak. Atau hanya Ilustrasi tersangka saja.

Polisi akan menguji kebenaran pengakuan tersangka melalui kerja sama dengan psikolog dari fasilitas kesehatan (RSDP) Dr Dradjat Prawiranegara.

AKP Dedi mengatakan jika bisa dipertanggung jawabkan secara hukum, kita akan melihat utangnya seperti apa, siapa yang dicurigai, nanti usai kita lakukan 2nd opinion dari RSDP.

Saksi yang diperiksa menyebut Supriadi dan istrinya dikenal rukun dalam pernikahan. Saksi bahkan mengatakan belum pernah mendengar ada pertengkaran antara Supriadi dan istrinya. Keluarga Supriadi juga dianggap cukup berkecukupan secara finansial.
Dedi menambahkan sepertinya mereka akur, namun ada dorongan dari dalam, apakah itu fakta atau hanya ilustrasi dari pelaku karena putus asa.

Pada malam Supriadi melakukan aksi pembunuhan itu, kedua korban tengah tertidur pulas. Bahkan istri pelaku sempat melawan. Sedangkan untuk anak pertamanya selamat karena dia tidur di kamar yang berbeda.