Home NASIONAL Nenek di Bengkulu Tipu Korban Rp 250 Juta Dengan Modus Bisa Loloskan...

Nenek di Bengkulu Tipu Korban Rp 250 Juta Dengan Modus Bisa Loloskan Jadi ASN

20
0

Nenek di Bengkulu Tipu Korban Rp 250 Juta Dengan Modus Bisa Loloskan Jadi ASN – Seorang perempuan berinisial S (74) di Bengkulu ditangkap polisi karena terlibat dalam aksi penipuan dengan mengaku bisa meloloskan menjadi aparatur sipil negara (ASN). Korban telah ditipu oleh pelalu mencapai Rp 250 juta.

Nenek berinisial S melancarkan aksinya bersama dengan tersangka lainnya yang juga berinisial S alias B. Keduanya akhirnya diamankan oleh polisi dan langsung ditahan Ditreskrimum Polda Bengkulu pada Rabu (1/7/2020).

Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Sudarno, saat dimintai konfirmasi pada Kamis (2/7/2020) mengatakan sejak tadi malam, kedua tersangka sudah kami lakukan penahanan. Proses hokum terhadap aksi kedua tersangka masih terus berlanjut dengan melakukan pemeriksaan dari saksi-saksi.

Kombes Sudarno mengatakan aksi penipuan itu bermula pada tahun 2015 yang lalu ketika tersangka S (74) memberikan tawaran kepada korban untuk menjadi CPNS di salah satu lembaga vertikal. Dan pelaku menyebut biaya kepengurusan mencapai sebesar Rp 250 juta.

Setelah uang itu diberikan kepada pelaku pada tahun 2017, korban kemudian menanyakan kejelasan soal status CPNS. Tersangka mengatakan kalau orang yang mengurus CPNS yaitu tersangka S alias B. Usai saling dipertemukan, tersangka S alias B mengatakan kalau penerimaan CPNS pada tahun 2015/2016 masih belum ada

Karena tak kunjung ada kejelasan, korban pun meminta kepada tersangka untuk mengembalikan uangnya pada April 2020. Karena merasa sudah ditipu, korban kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi.

Kombes Sudarno menjelaskan peran kedua tersangka. Dan hingga sejauh ini baru satu korban yang melapor ke polisi.

Kombes Sudarno menuturkan usai dilakukan pemeriksaan, tersangka S alias B dalam aksinya berperan sebagai perantara yang mempertemukan korban dengan tersangka S. hingga saat ini korban dari aksi penipuan yang dilakukan oleh kedua tersangka baru satu yang melapor.

Kombes Sudarno mengatakan kedua tersangka melancarkan aksinya itu hanya berdua saja dalam penipuan itu. Sejauh ini masin belum ditemukan adanya pihak lain yang turut terlibat dalam aksi penipuan itu.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan.