Home NASIONAL Ngaku Istri Pejabat, Ibu di Banyuwangi Tipu Korban Modus Pinjaman Uang Hingga...

Ngaku Istri Pejabat, Ibu di Banyuwangi Tipu Korban Modus Pinjaman Uang Hingga Miliaran Rupiah

8
0

Ngaku Istri Pejabat, Ibu di Banyuwangi Tipu Korban Modus Pinjaman Uang Hingga Miliaran Rupiah – Polresta Banyuwangi berhasil membongkar kasus dugaan penipuan dengan menggunakan modus memberi pinjaman uang hingga miliaran rupiah. Untuk melancarkan aksinya, pelaku juga mengaku sebagai istri pejabat guna mengelabui korbannya.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin saat dimintai konfirmasi pada Minggu (28/6/2020) mengatakan bahwa tersangka S (55) yang merupakan warga Kecamatan Kabat, diduga sebagai pelaku utama dalam kasus penipuan tersebut. Terungkapnya kasus penipuan itu berawal dari laporan beberapa korban.

Arman mengatakan korban mengaku tergiur dengan janji manis yang diberikan oleh pelaku karena akan memberi pinjaman uang sebesar Rp 5 miliar dengan syarat harus lebih dulu menyetorkan uang jaminan deposito.

Arman menambahkan korban mengaku sudah lebih dulu menyetorkan uang jaminan sebanyak Rp 72,5 juta kepada pelaku. Saat itu, pelaku mengaku sebagai istri pejabat agar lebih dipercaya oleh para korban.



Arman mengatakan tetapi pada kenyataannya, setelah uang jaminan untuk deposito sebesar Rp 72,5 juta itu disetorkan ke pelaku, uang pinjaman senilai Rp 5 miliar tidak kunjung cair. Setelah sadar telah menjadi korban penipuan akhirnya korban melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.

Arman menyebut korban penipuan ada enam orang yang melapor kepada kami. Setelah uang jaminan itu disetorkan ke pelaku, namun nyatanya uang pinjaman Rp 5 miliar tak juga dicairkan. Total kerugian yang dialami oleh para korban sekitar Rp 90 juta.



Berdasarkan hasil penyidikan, uang yang disetorkan para korban ternyata sudah habis dipakai oleh pelaku untuk keperluan pribadi. Sebagian lagi sudah ditransferkan ke orang lain.

Selain mengamankan terduga pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit handphone, dua lembar bukti slip transfer para korban ke pelaku, satu bandel akta perjanjian utang piutang, uang tunai sisa hasil penipuan sebesar Rp 455 ribu, satu buah buku rekening berikut kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM), dan satu bandel bukti transfer para korban.



Arman menambahkan atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 378 KUHP atau 372 KUHP tentang perbuatan dugaan tindak pidana penipuan, dan atau penggelapan dengan ancaman hukuman pidana maksimal 4 tahun kurungan penjara.