September 27, 2021

INDOZOLA.COM

Informasi dan berita terkini

Nindy Ayunda Datangi Polres Untuk Jadi Saksi Dari Kasus Narkoba Mantan Suaminya

2 min read

Nindy Ayunda Datangi Polres Untuk Jadi Saksi Dari Kasus Narkoba Mantan Suaminya – Penyanyi Nindy Ayunda diketahui sudah mendatangi Polres Metro Jaya Jakarta Barat sesudah tidak menghadiri pada sebua pemanggilan yang pertama. Diketahui jika Nindy sudah datang dengan tujuan untuk dilakukan pemeriksaan sebagai seorang saksi atas sebua kasus narkoba yang sudah menjerat sang suaminya tersebut.

Kasat Narkoba Polres Jakarta Barat AKBP Ronaldo Maradona Siregar menegaskan jika jam berapa Nindy sudah datang. Dia akan menjelaskan atas kedatangan Nindy sesudah melakukan sebuah pemeriksaan tersebut.

Ronaldo menyatakan saat ini Nindy tengah menjalani pemeriksaan di Mapolres Jakarta Barat. “Iya (sedang diperiksa),” pungkasnya.

Sebelumnya, penyanyi Nindy Ayunda dipanggil polisi pada Senin (18/1) untuk diperiksa sebagai saksi kasus narkoba suaminya, APH, di Polres Metro Jakbar. Namun dia tidak hadir dan belum memberikan konfirmasi kehadirannya itu ke polisi.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Ronaldo Maradona Siregar mengatakan pihaknya menyiapkan surat panggilan kedua jika Nindy Ayunda tidak hadir dalam pemeriksaan pertama.

Seperti sudah diketahui jika sang mantan suami Nindy yang berinsial APH sudah berhasil diringkus anggota kepolisian tentang sebuah penyalahgunaan narkoba, beberapa barang bukti juga sudah disita oleh pihak kepolisian.

Seorang mantan suami dari Nindy Ayunda yang berinisial APH juga sudah mengakui jika selam satu tahun telah menggunakan narkoba tersebut. mantan suami dari Nindy juga sudah mengakui jika dirinya sudah menggunakan narkoba dengan tujuan untuk menghilangkan stress.

APH mengaku telah satu tahun terakhir mengkonsumsi narkotika. Suami Nindy Ayunda ini mengaku mengkonsumsi narkoba untuk menghilangkan stres.

Selanjutnya dari Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Ronaldo Maradona Sireger juga menuturkan bukan hanya sudah mendapatkan barang bukti narkoba, akan tetapi pihaknya juga sudah mendapatkan sebuah barang bukti narkoba, selanjutnya pihaknya juga sudah mendapatkan sebuah barang bukti seperti senjata api bersama dengan alat hisap.

Akibat perbuatannya tersebut, tersangka dijerat dengan Pasal 127 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 62 tentang Psikotropika dengan ancaman maksimal 5 tahun bersama dengan denda sebesar Rp 100 juta.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.