Home Uncategorized Oknum Polisi Diduga Terlibat Penculikan WNA Asal Inggris, dan Minta Tebusan Rp...

Oknum Polisi Diduga Terlibat Penculikan WNA Asal Inggris, dan Minta Tebusan Rp 14 Miliar

3
0
Oknum Polisi Diduga Terlibat Penculikan WNA Asal Inggris, dan Minta Tebusan Rp 14 Miliar

Indozola – Kepala Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan empat oknum polisi dari enam orang yang diduga terlibat kasus penculikan dan penyekapan warga negara asing (WNA) asal Inggris bernama Matthew Simon Craib telah ditahan.

Keempat anggota polisi tersebut adalah Bripda JBL, Bripda NPU, Briptu H dan Bripda SB, keempat anggota polisi ini masing-masing bertugas di Dittipid Siber Bareskrim Polri, Satresnarkoba Polrestro Jatim dan Polres Jakarta Timur.

Argo Yuwono mengatakan, keempatnya ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya.

“Tentunya kan anggota (polisi) dan warga sipil sudah kita lakukan penahanan dan semuanya akan kita proses. kita tunggu saja bagaimana proses tersebut,” ujar Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada hari Kamis 7 November 2019.

Kendati demikian, Argo Yuwono tak menjelaskan secara rinci motif penculikan tersebut.

“Nanti kita sampaikan semuanya,” ungkap Argo Yuwono.

Sebelumnya, Kadiv Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri Irjen Listyo Sigit Prabowo mengatakan, empat polisi yang diduga terlibat penculikan terancam dipecat tidak dengan hormat (PTDH).

Lisyo menyebut keempat anggota tersebut akan menjalani proses hukum pidana umum terlebih dahulu.

Setelah itu, mereka akan menjalani sidang disiplin, adapun pengungkapan kasus penculikan dan penyekapan itu berawal dari laporan yang terdaftar dalam nomor LP/7002/X?2019?PMJ/Dit. Reskrimum tertanggal 31 Oktober 2019.

Pelapornya adalah rekan Matthew yang bernama Vtri Lugvianty.

Diketahui, ada enam orang yang diduga terlibat kasusu tersebut, empat diantaranya merupakan anggota polri.

Awal peristiwa ini terjadi terkait urusan pekerjaan, lalu korban meminta izin kepada pelapor untuk menemui seseorang.

“Pada tanggal 29 Oktober 2019, korban Matthew Simon Craib memberitahukan kepada pelapor bahwa yang bersangkutan akan bertemu dengan seseorang untuk urusan pekerjaan,” ujar Argo Yuwono.

Komisi Kepolisian Nasional (Kampolnas) tak menyangka ada kasus penculikan warga negara asing (WNA) asal Inggris bernama Matthew Simon Craib yang diduga melibatkan empat oknum anggota polisi.

Padahal, para penegak hukum seharusnya memberikan contoh yang baik.

“Saya sangat kaget dan menyesalakan jika benar empat oknum polisi ikut berperan dalam membantu aksi penculikan warga negara Inggris.”

“Sebagai aparat penegak hukum seharusnya mereka memberi contoh yang baik pada masyarakat, bukannya malah ikut serta melakukan tindakan pidan,” ujar Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti.

Poengky mengatakan, tindakan tersebut juga terang-terangan mencoreng nama baik institusi polri.

Apalagi, kata dia, kepolisian tengah gencar-gencarnya untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.

“Hal tersebut benar-benar mencoreng nama baik institusi Polri.Pimpinan Polri dan anggota Polri lainya berusaha melakukan tugasnya secara baik untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Polri, keempat oknum anggota ini malah mencorengnya,” tegasnya.

Dia mengapresiasi langka Polda Metro Jaya yang telah sigap menangani laporan dan langsung memproses hukum para pelaku yang terlibat penculikan.

Sebaiknya, pelaku diminta harus dihukum dengan berat.

“Jika mereka benar-benar terlibat, saya mendesak agar empat oknum anggota polri tidak hanya diproses etik dan disiplin, melainkan juga harus diproses ppidana, agar dap[at disidangkan di peradilan umum dan ada perberatan hukuman,” tuturnya.

“Dengan hukuman yang tegas dan menimmbulakan efek jera bagi semua anggota agar tidak coba-coba melaukan tindak pidana,” pungkasnya.

Seperti di infomasikan sebelumnya, empat orang oknum polisi diduga kuat terlibat dalam aksi penculikan seorang WNA asal Inggris bernama Matthew Simon Craib.

Keempatnya bahkan diduga meminta tebusan sebesar Rp 14 Miliar.

Keempat anggota polisi ini nekat menculik dan menyekap seorang WNA asal Inggris dan meminta uang tebusan dengan jumlah yang tidak main-main.

Dari informasi yang dihimpun seorang WNA asal Inggris bernama Matthew Simon Craib dilaporkan telah diculik orang tak dikenal.

Laporan yang masuk pada 31 Oktober 2019 lalu itu pertama kali dilaporkan oleh rekan korban yang bernama Vitri Lugvianty.

Berdasarkan kronologi peristiwa yang diceritakan Vitri Lugvianty, korban sempat meminta izin untuk menemui seseorang terkait urusan pekerjaan pada 29 Oktober 2019.

Pada tanggal 30 Oktober 2019, sekitar pukul 02:00 WIB, korban kembali mengabari pelapor bahwa dirinya tengah berada di perjalanan pulang usai bertemu dengan rekan kerja.

Tapi beberapa jam berlalu, korban tak juga muncul di rumah hingga akhirnya pelapor dapat informasi bahwa korban terlibat kasus penculikan.

Vitri Lugvianty yang mendapatkan kabar bahwa Matthew Simon Craib diculik pun langsung membuat laporan ke Polda Metro Jaya.

Gerak cepat, pihak Polda Metro Jaya pun berhasil membekuk pelaku penculikan WNA asal Inggris ini yang berjumlah enam orang.

Dari enam orang yang berhasil dibekuk pihak kepolisian, empat di antaranya adalah anggota kepolisian RI.