Home TEKNO Pemerintah India Larang Unduh Aplikasi Tik Tok

Pemerintah India Larang Unduh Aplikasi Tik Tok

298
0

Aplikasi video asal Cina TikTok sekarang ini tak lagi tersedia di Google dan Apple Store di India, setelah pengadilan negara tersebut melarang untuk diunduh.

TikTok, yang memungkinkan pengguna untuk membuat dan berbagi video pendek dengan efek khusus, sangat populer di India. Akan tetapi beberapa politisi negara itu mengatakan isinya tidak pantas.

Sebuah pengadilan di negara bagian Tamil Nadu selatan meminta pemerintah federal pada 3 April untuk melarang TikTok, dengan mengatakan hal itu mendorong pornografi dan memperingatkan bahwa pemangsa seksual dapat menargetkan pengguna anak.

Menurut seorang pejabat kementerian TI. Pemerintah India mengirim surat untuk meminta pihak Apple dan Google mematuhi putusan pengadilan negara.

Google akhirnya memblokir akses mengunduh aplikasi TikTok di Play store-nya di India untuk mematuhi putusan pengadilan.

Google menanggapi surat yang dikirim oleh pemerintah India itu, pihaknya mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa  tidak mengomentari aplikasi individual akan tetapi lebih tepatnya merupakan sebuah sikap Google untuk berkewajiban mematuhi hukum setempat.

Seorang juru bicara untuk TikTok di India menolak mengomentari penghapusan aplikasi, mengatakan masalah itu masih dalam proses pengadilan.

Perusahaan mempunyai keyakinan pada proses sistem peradilan dan “optimis akan hasil yang akan diterima dengan baik” oleh jutaan pengguna Tik Tok  yang ada diIndia, tambahnya.

TikTok telah diunduh lebih dari 240 juta kali di India, perusahaan analisis aplikasi Sensor Tower mengatakan pada bulan Februari. Lebih dari 30 juta pengguna memasang  aplikasi tersebut pada bulan Januari 2019, ini 12 kali lebih banyak jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu.

Pengadilan tinggi telah merujuk kasus itu kembali ke pengadilan negara bagian, di mana seorang hakim pada hari Selasa menolak permintaan Bytedance untuk menunda perintah larangan.

Pengadilan negara telah meminta pengajuan tertulis dari Bytedance dalam kasus ini dan telah menjadwalkan sidang berikutnya untuk 24 April.

Salman Waris, seorang pengacara teknologi di TechLegis Advocates & Solicitors,

Dalam pengajuan Mahkamah Agung, Bytedance berpendapat bahwa proporsi konten TikTok yang “sangat kecil” dianggap tidak pantas atau cabul.