Home INTERNASIONAL Perubahan Iklim Telah Menjadi Masalah Kesehatan Darurat

Perubahan Iklim Telah Menjadi Masalah Kesehatan Darurat

106
0

Sebuah laporan dari The Lancet Countdown 2019 tentang kesehatan dan perbuhan iklim menunjukan perubahan iklim merupakan ancaman besar bagi kesehatan anak-anak di dunia dan dapat mempengarruhi masa depan seluruh generasi jika suhu global tidak dijaga jauh di bawah 2 derajat celcius.

”Selama 30 tahun terakhir, kami telah melihat penurusan progresif jumlah kemtaian semua orang, termasuk anak-anak.” Anthony Costello, ketua The Lancet Countdown, mengatakan kepada DW. ”Tapu yang kami khawatirkan adalah bahwa semua keuntungan ini bisa terbalik jika kita khawatirkan adalah bahwa semua keuntungan ini bisa berbalik jika kita tidak segera mengatasi masalah perubahan iklim.”

Penelitian disussun oleh 35 lembaga global, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, dan Bank Dunia jelas menunjukan hubungan antara perubahan iklim, kerusakan lingkungan, dan kesehatan. Teperatur yang meningkat memicu kelaparan dan malnutrisi, peningkatan skala dan ruang lingkup penyakit menular dan semakin seringnya peristiwa cuaca ekstrem, sementara polusi udara telah mematikan paru-paru manusia seperti halnnya rokok tembakau.

Akses Sulit ke Makanan

Seorang bayi yang lahir hari ini akan terkena dampak perubahan iklim sejak awal kehidupannya.

Naiknya suhu ditambah dengan kekeringan dan banjir menghilangkan mata pencaharian orang-orang dan mendorong naiknya harga pangan, yang pada akhirnya menyebabkan kelaparan dan kekurangan gizi, terutama di negara-negara yang sangat bergantung pada pertanian, seperti Burkina Faso.

“Malnutrisi akut pada anak berusia lima tahun di Burkina Faso jumlahnya lebih dari 10%,” Maurice Ye, yang berasal dari negara itu dan penasihat Program Pengendalian Malaria Nasional di Madagaskar, mengatakan pada DW. “Jumlah tersebut akan meningkat jika masalah ini tidak diatasi.”

Panas dan dingin menerpa

Cuaca ekstrem seperti kebakaran hutan gelombang panas juga berkontribusi terhadap kesehatan seorang anak yang lahir hari ini.

152 dari 196 negara telah mengalami peningkatan jumlah orang yang terpapar kebakaran hutan sejak tahun 2001, yang mengakibatkan kematian langsung dan penyakit pernapasan. Suhu tinggi yang melewati batas menjadi perhatian khusus bagi orang lanjut usia di atas 65 tahun.

Panas juga dapat menyebabkan dehidrasi pada anak-anak dan orang tua, kata para ahli.

Meskipun dunia sedang hangat, suhu dingin juga merupakan risiko bagi banyak orang. “Ini membunuh lebih banyak orang daripada panas secara keseluruhan,” kata Costello. “Tapi banyak dari itu adalah karena faktor sosial.”

Penghapusan batubara yang mendesak

Dampak kesehatan ini akan menjadi titik balik bagi para pembuat kebijakan terkait isu perubahan iklim.

”Apa yang perlu kita lakukan adalah membawa kesehatan di pusat wacana, dampak kesehatan dari pembakaran bahan bakar fosil dapat menjadi argumen kuat untuk menghapus batubara secara bertahap,”katanya.

Tiga ahli sepakat langkah pertama unik mnegurangi penderitaan setiap anak yang lahir ini adalah pergeseran ke dunia yang tidak mengandung korban. Secara teknis layak, kata mereka, tetapi dibutuhkan kebijakan yang lebih keras dan kemauan politik yang tulus.