Home INTERNASIONAL Pesawat Emirates Mengalami Turbulensi 11 Orang Luka-Luka

Pesawat Emirates Mengalami Turbulensi 11 Orang Luka-Luka

19
0
Pesawat Emirates Mengalami Turbulensi 11 Orang Luka-Luka

Indozola – Pada hari selasa 1 Oktober 2019, pesawat dari maskapai Emirates mengalami turbulensi ketika terbang pada ketinggian 35.000 kaki di udara Singapura.

Pesawat dengan nomor penerbangan EK 450 jurusan Dubai-Denpasar-Auckland (Selandia Baru) mendarat di I Gusti Ngurah Rai, Denpasar pada pukul 15:07 Wita turbulensi tersebut menyebabkan 11 penumpang pesawat yang terluka.

“Pesawat terkena clear air tubulence, mengakibatkan 11 orang penumpang mengalami luka,” kata Communication and Legal Maneger PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Arie Ahsanurrohim.

11 Penumpang yang terluka tersebut kini mendapat perawatan di Kantor Kesehatan Bandara (KKP), sementara dua penumpang dilarikan ke Rumah Sakit BIMC, Kuta, Badung.

Adapun empat sisanya alami luka ringan.

Kini pesawat tersebut masih ada diBali dan petugas melakukan pengecekan serta pembersihan di dalam pesawat.

“Rencana diberangkatkan ke Dubai pada jam 14:30 Wita sesuai jadwal regurelnya,”ujar dia.

Untuk diketahui, pesawat tersebut berpenumpang 326 orang.

“Kami belum monitor.saat ini masih fokus penanganan korban dulu,”kata Arie.

Para penumpang panik setelah ketinggian pesawat turun hingga hampir 30.000 kaki (sekitar 9.000 meter) dalam tujuh menit.

Pesawat Delta Airlines yang berangkat dari Atlanta dengan tujuan Fort Lauderdale sengan nomor penerbangan 2353 sudah setengah perjalanan menuju bandara tujuan di Fort Lauderdale, Florida, ketika pilot melakukan pengurangan ketinggian dari 39.000 kaki (sekitar 11.800 meter) menjadi 10.000 kaki (sekitar 3.000 meter)

Menurut penjelasan dari perwakilan Delta, Drake Castaneda, penerbangan tersebut diahlikan menuju bandara Tampa karena alasan kehati-hatian dan dapat mendarat tanpa insiden, menyusul terjadinya ketidakteraturan pada tekanan kabin.

Kabin pesawat diberi tekanan hingga setara dengan ketinggian 8.000 kaki (sekitar 2.400 meter) untuk mencegah penumpang mengalami hipoksia atau kekurangan oksigenm maupun masalah fisiologis ketinggian lainnya.

Castaneda mengatakan, belum diketahui pasti masalah tekanan apa yang mendorong pilot untuk menurunkan ketinggian dengan cepat, sehingga menyebabkan keluarnya masker oksigen.

“Mereka (pilot) dilatih untuk melakukan itu ketika mereka harus menurukan ketinggian karena kehati-hatian,”ujarnya.

Meski para penumpang mengalami syok akibat kejadian tersebut, dan ditegaskan bahwa tidak ada penumpang yang terluka.

Sementara salah seorang penumpang , Harris Dewoskin, menceritakan pengalaman yang dialaminya selama penerbangan yang menegangkan itu.

“Secara tiba-tiba ,saya merasakan seperti semacam penurunan yang cepat. kami jatuh dari ketinggian dan masker oksigen turun dari bagian atas pesawat, membuat kekacauan diantara penumpang,”ujarnya.

“Salah satu pramugari, meraih interkom dan mengulang kata, “jangan panik! jangan panik ; tapi yang jelas itu adalah momen penuh kekacauan, semua penumpang di sekitar saya seprti terengah-engah,”tambahnya.

Dewoksin mengatakan dia memesan ulang penerbangan dari Southwest ke Fort Lauderdale dan pihak maskapai akan mengganti biayanya.

“Hidup ini rapuh, ada 60 hingga 90 detik yang menakutkan dimana kami benar-benar tidak tahu apa yang terjadi ,”ujar Dewoskin.

“Anda berada di ketinggian 15.000 kaki(sekitar 4.500 meter) itu adalah momen yang menakutkan,”tambahnya.

Pesawat kormersial biasanya terbang di ketinggian sekitar 35.000 kaki(sekitar 10.600 meter), namun dapat bervariasi antara 33.000 hingga 42.000 kaki (sekitar 10.000-12.800 meter)

Pada ketinggian itu udara cukujp tipis untuk mengurangi gesekan, sekalligus meningkatkan efisiensi bahan bakar sambil teta memberikan cukup oksigen pada mesin.

Dari pihak maskapai mengatakan bahwa insiden masih dalam penyelidikan.

“Penerbangan diahkikan ke Tampa karena kehati-hatian dan dapat mendarat tanpa insiden, menyusul ketidakteraturan tekanan kabin dalam perjalanan,”ujar juru bicara Delta dalam sebuah pernyataan tetang insiden.

Hingga rabu malam pesawat yang bermasalah itu masih berada di bandara Internasional Tampa,dimana mekanik berkerja untuk mencari tahu penyebab insidden yang dialami nya sebelumnya.