Home NASIONAL Petugas Terpaksa Gembok Truk Yang Parkir Sembarangan Di Klaten

Petugas Terpaksa Gembok Truk Yang Parkir Sembarangan Di Klaten

13
0

Petugas Terpaksa Gembok Truk Yang Parkir Sembarangan Di Klaten  – Pihak Dinas Perhubungan Pemkab Klaten pada saat itu juga sudah melakukan penerapan sebuah sanksi gembok untuk kendaraan yang sudah parkir sembarangan. Sejumlah 3 truk pada akhirnya terkena imbasnya jika telah digembok oleh petugas gara gara parkir sembarangan.

Kasi Dalops dan Perparkiran Dinas Perhubungan Klaten Nunung Wahyu Dwi Ningsih pada saat di Pemkab Klaten mengatakan jika sudah ada 3 kendaraan angkutan yang sudah pihak kita gembok, akan tetapi yang terkahir jika lokasinya itu juga sudah sama.

 

Nunung menegaskan jika sebuah kebijakan dari sanksi gembok itu yang tahap awalnya akan mulai dilangsungkan pada bulan ini, para petugas itu pada awalnya juga akan mencari seorang pemilik kendaraan itu yang sudah diketahui parkir tidak pada tempatnya.

Pihak kita juga akan langsung melakukan penggembokan kepada rodanya dan kita juga akan cari tahu terlebih dahulu siapa pengemudinya. Jika kalau tidak untuk memindahkan jika tidak bisa pihak kita akan melakukan penggembokan akan tetapi jika ada orangnya baru akan kita lakukan penggembokan.

Selanjutnya jika juga masih ada sebuah toleransi bersama dengan pendekatan agar bisa bersosialiasi kepada para masyarakat. Sejumlah kendaraan yang sudah digembok pada truk yang ada di Jalan Yogya-Solo yang ada pada dekat SPBU Jonggrangan.

Sebuah penerapan sanksi itu dikatakan oleh Nunung jika pihaknya juga sudah siap dikarenakan dari dinas juga sudah mempunyai beberapa alat gembok, sementara untuk mobil ada 10.

Diketahui jika sudah ada 10 gembok mobil dan untuk sepeda motor juga sudah ada 30an unit. Akan tetapi para pengendara juga sudah mulai takut dikarenakan sudah didatangi oleh para petugas dan juga langsung menertibkan sendiri.

Saat diwawancari secara terpisah dari Sekretaris Dinas Perhubungan Pemkab Klaten Sudiarsono juga sudah menegaskan jika sebuah sanksi gembok itu saat ini juga masih memasuki tahap awal. Dari pihaknya juga belum menerapkan sebuah sanksi administrasi.

Sudiarsono mengatakan jika selama 3 bulan kedepan sebuah sosialisasi juga akan terus menerus dilakukan. Yang utama berkaitan dengan Perbup 22 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perpakiran.