Home NASIONAL Polda Kalteng Berhasil Ringkus Pelaku Pedagang Merkuri Ilegal

Polda Kalteng Berhasil Ringkus Pelaku Pedagang Merkuri Ilegal

21
0

Polda Kalteng Berhasil Ringkus Pelaku Pedagang Merkuri Ilegal – Ditreskrimsus dari Polda Kalimantan Tengah berhasil menangkap seorang pelaku atas sebuah perdagangan merkuri. Seorang pelaku ini diketahui berinisial BR yang pada saat itu ditangkap pada wilayah Bukit Rawi, Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo juga sudah menerangkan jika sudah melakukan sebuah penyelidikan atas sudah adanya tentang sebuah perdagangan yang sudah dilakukan oleh BR dengan besama empat pelaku lain, tim juga langsung melakukan sebuah penangkapan kepada pelaku yang ada pada pinggiran DAS Kahayan yang ada di Jalan Palangkaraya- Bukit Rawi.

Dedi juga menegaskan pada saat dilokasi penangkapan itu terlihat jika ada sebuah kegiatan penampungan, pengolahan, bersama pemurnian baru batu cinnabar yang diketahui berasal dari seorang penambang ilegal. Sebuah batu cinnabar itu juga akan dijadikan untuk bahan utama dalam proses pembuatan merkuri tersebut.

Sebuah cara untuk dengan pembuatan merkuri itu pelaku pada awalnya dimulai dengan memecah batu cinnabar yang setelah itu pecahan dari batu itu tadi juga akan dimasukkan pada sebuah mesin pengancur sampai menjadi serbu.

Dengan batu cinnabar yang sudah dihancurkan tersebut lalu akan dicampur dengan besi dan sebuah kapur kalsium dan setelah itu akan dibakar pada wadah tabung pembakaran agar bisa menghasilkan sebuah merkuri tersebut.

Atas sebuah cairan yang sudah keluar dari pipa tabung itu juga akan dimasukkan dalam sebuah ember plastic. Dengan hasil dari merkuri itu juga akan dibersihkan pada sebuah botol yang kosong dan akan juga diberikan nama label.

Dedi juga mengatakan jika para pelaku ini akan menjual sebuah merkuri yang diketahui ilegal dengan sudah diproduksinya tersebut ke wilayah Kabupaten Katingan, Gunung Mas, dan juga Kapuas.

Sebuah pasal yang akan dijeratkan kepada tersangka dalam sebuah kasus ini ialah Psal 162 Undang-Undang nomer 3 tahun 2020 tentang dengan perubahan atas Undang-Undang nomer 4 tahun 2009 tentang sebuah pertambangan mineral dan batubara dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun penjara dan juga sebuah denda sebanyak Rp 1 miliar,Ujar Dedi.