Home NASIONAL Polisi Bongkar Kasus Prostitusi Online Di Apartemen Green Pramuka

Polisi Bongkar Kasus Prostitusi Online Di Apartemen Green Pramuka

12
0

Polisi Bongkar Kasus Prostitusi Online Di Apartemen Green Pramuka – Anggota kepolisian telah berhasil membongkar sebuah praktik prostitusi online yang ada pada Apartemen Green Pramuka, Jakarta Pusat, dan juga sudah mengamankan 47 orang dan 8 juga sudah menjadi seorang tersangka. Dari pihak pengelola juga sudah buka bicara tentang sebuah pengungkapan sebuah kasus tersebut.

Head of Communications Green Pramuka City Lusida Sinaga juga sudah menegaskan jika semua ini salah satu penyebabnya ialah sudah terjadinya sebuah praktik atas prostitusi online yang ada di Apartemen Green Pramuka. Dirinya juga menegaskan jika semua ini dikarenakan sudah adanya sewa Apartemen harian dengan cara ilegal juga.

Salah satu penyebab sudah terjadinya sebuah kasus dari prostitusi online ini ialah dikarenakan sang pemillik telah menyewakan dengan cara ilegal harian unitnya tersebut, hingga sang pemilik juga tidak tahu jika sebuah unitnya itu sudah disewakan dengan cara harian.

Lusida menegaskan jika dari pihak Green Pramuka City juga tidak pernah sama sekali menyewakan unitnya itu dengan cara harian agar bisa menghindari sebuah kegiatan yang didalamnya akan mengandung unsur kriminalitas.

Bukan hanya itu saja, Lusida juga sangat mengapresiasi atas kinerja pihak kepolisian yang sudah berhasil membongkar sebuah praktik prostitusi tersebut. dirinya juga menuturkan jika dari  pihaknya juga akan segera meningkatkan sebuah pengawasan bersama dengan bersikap untuk kooperatif bersama dengan anggota petugas agas sebuah praktik prostitusi itu tidak akan terjadi lagi pada tempatnya tersebut.

Seperti sudah diketahui jika anggota kepolisian sudah berhasil membongkar sebuah praktik prostitusi online itu pada Apartemen Green Pramuka, dengan sejumlah 8 tersangka dari kasus itu diantaranya dengan inisial SDQ (23), SE (16), GP (23), AM (DPO), MTW (DPO), FR (DPO), RND (DPO), dan SRL (DPO).

Sebuah kasus itu pada awalnya telah adanya laporan dari salah satu seorang korban yang masih berumur 13 tahun. Pada bulan Desember 2020, sang korban itu juga sudah diajak oleh salah satu seorang tersangka yang berinisial SDQ dengan sudah dijanjikan untuk diberikan sebuah pekerjaan menjadi sebagai seorang pelayan toko.

Akan tetapi korban justru diminta untuk melayani tamu untuk berhubungan intim.  Diketahui jika sebuah praktik prostitusi online itu dilakukan melewati aplikasi MiChat.

Pada waktu melakukan sebuah penggrebekan pada lokasi itu hari Sabtu, jika anggota kepolisian juga sudah berhasil mengamankan sejumlah 47 orang bersama dengan 12 perempuan yang rata ratanya usianya masih dibawah umur.