Home NASIONAL Polisi Gagalkan Penyelundupan Ratusan Ekor Reptil Ilegal dari Ambon

Polisi Gagalkan Penyelundupan Ratusan Ekor Reptil Ilegal dari Ambon

68
0

Polisi Gagalkan Penyelundupan Ratusan Ekor Reptil Ilegal dari Ambon – Polres Bandara Soekarno-Hatta berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ratusan ekor reptil ilegal seperti ular hingga soa layar melalui Terminal Kargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Rencananya hewan-hewan liar itu diselundupkan dari Ambon dan akan dikirim ke Jakarta, untuk diperjualbelikan.

Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta AKP Alexander Yurikho dalam keterangannya mengatakan bahwa hewan-hewan reptile itu dibawa dengan menggunakan pesawat dari Ambon.

Penyelundupan hewan liar tersebut terungkap pada Rabu (3/6/2020) malam lalu. Pengungkapan itu bermula saat seorang penyidik Polres Bandara Soekarno-Hatta melakukan observasi di wilayah cargo Bandara Soekarno Hatta, Kelurahan Benda, Kecamatan Benda, Kota Tangerang.

AKP Alex mengatakan saat itu anggota menaruh rasa curiga terhadap mobil Avanza dengan nopol B-1806-PIF yang baru keluar dari cargo.

Polisi kemudian melakukan pengamatan, dan di dalam mobil itu ternyata ada beberapa kardus dalam kondisi tertutup. Karena menaruh kecurigaan, anggota itu kemudian melakukan pemeriksaan terhadap mobil tersebut.

AKP Alex mengatakan pada saat dilakukan pemeriksaan, di dalam mobil itu ditemukan ada 4 koli barang yang berisi hewan-hewan reptil seperti kadal panana, tokek garis, soa layar dan ular piton tanpa dilengkapi surat-surat resmi.

Mengetahui hal itu, polisi langsung mengamankan sopir mobil itu yang diketahui berinisial TD. Dari pengakuan TD, hewan-hewan reptile itu akan dibawa ke pemiliknya yang diketahui berinisial TK di Jakarta Barat.

Berikut rincian hewan-hewan reptil itu antara lain: soa alayar sebanyak 85 ekor, kadal panana/kadal lidah biru sebanyak 45 ekor, ular monopohon sebanyak 20 ekor, ular patola Halmahera sebanyak 3 ekor. Jadil total keseluruhan ada 153 ekor yang diamankan oleh polisi.

Semua hewan-hewan reptil itu kemudian diamankan untuk menjadi barang bukti berikut 1 unit mobil Avanza. Polisi juga turut mengamankan pemilik barang berinisial TK dan sopir Avanza berinisial TD.

Dia mengatakan untuk pengangkutan hewan-hewan liar itu harus dilengkapi dengan surat-surat pengangkutan tumbuhan atau satwa liar dalam negeri, dan sertifikat kesehatan dari Kantor Karantina Soekarno-Hatta.

AKP Alex mengatakan atas perbuatannya, pelaku akan kami jerat dengan Pasal 36 Undang Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya jo Pasal 57 dan atau Pasal 63 PP Nomor 8 Tahun 1999 tentang Pemanfaatan Satwa dan Tumbuhan Liar.