Home NASIONAL Polisi Gerebek Rumah Komplotan Penipu di Kebun Jeruk, Tersangka Kocar-Kacir Loncat Pagar

Polisi Gerebek Rumah Komplotan Penipu di Kebun Jeruk, Tersangka Kocar-Kacir Loncat Pagar

173
0
Polisi Gerebek Rumah Komplotan Penipu di Kebun Jeruk, Tersangka Kocar-Kacir Loncat Pagar

Indozola – Pada hari Senin 25 November 2019, Polda Metro Jaya menggerebek rumah di Jalan Regency Kebon Jeruk, perumahan Kebon Jeruk Blok B, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Penggerebekan itu dilakukan pada pukul 15:30 WIB, dan rumah tersebut diketahui dijadikan tempat penipuan melalui telepon dengan modus di antaranya menyamar menjadi polisi.

Dilokasi, polisi langsung masuk kedalam rumah dengan mendobrak pintu, kedatangan polisi ke rumah dengan lantai dua itu semapat membuat kaget para tersangka.

Sebanyak empat tersangka melarikan diri dengan cara melompat ke rumah yang letaknya berdampigan dengan TKP.

Polisi dengan sigap langsung mengejar para tersangka dengan melompat pagar.

Sejumlah warga yang melintasi tampak antusias menyaksikan penggerebekan tersebut.

Selain itu ada beberapa warga yang mengabadikan kejadian itu dalam bentuk video.

Selang 20 menit dari kaburnya para tersangka, polisi mengamankan mereka yang sebelumnya bersembunyi di rumah warga.

Para tersangka lalu dikumpulakan dalam satu ruangan guna penyelidikan.

Dalam rumah itu, terdapat sejumlah bukti diantarnay ponsel , printer, dan papan imformasi yang mengunakan bahasa mandarin.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus hanya mengomfirmasikan adanya pengerebekan yang diklakukan tim gabungan Distreskrimsus dan Ditresnarkoba Polda metro Jaya.

“Sore ini dari tim gabungan antara krimsus dan juga dari Ditresnarkoba Polda Metro Jaya telah berhasil melakukan penggerebekan di enam TKP ( salah satunya Kebon Jeruk ),” ucap Yusri.

Salah satunya polisi menggerebek sebuah rumah mewah di perum,ahan Town House Emelard, Pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Jakrta Utara pada hari Senin 25 November 2019.

Dari penggerebekan tersebut, total ada enam tersangka yang diamankan Polda Metro Jaya.

“Diringkus enam tersangka, empat WNA China, dua WNI,” ujar salah satu polisi yang menggerebek rumah tersebut.

Dari lokasi penggerebekan terlihat para tersangka diborgol tanganya agar tidak melarikan diri.

Polisi terlihat menggeledah seisi rumah tersebut.

barang-barang di rumah tampak berserakan akibat penggeledahan itu.

Sejumlah barang seperti laptop, ponsel, dompet dan beberapa dokumen dibawa sebagai barang bukti.

Setelah penggerebekan p[olisi memasang garis polisi di pintu, sepada motor, dan pagar rumah.

Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, salah satunya para terduga pelaku mengunakan media telepon ke China, lalu dari mereka juga menggunakan sebuah alat translate untuk menipu korbannya.

“Mereka bersam-sama menelepon ke warga negara sana, warga negara asing menyampaikan bahwa amda ada kesalahan sehingga perlu dihunbungi,” ucap Yusri.

Kebanyakan mereka mambuka aksi penipuan ke korban dengan mengungkap beberapa kasus seperti kesalahan pajak.

Setelah korban percaya, barulah para penipu menjalakan aksinya.

Penipu yang ada di rumah besar itu pun menggunakan box denagn lapisan spons sehingga dalam menelepon terdengar layaknya customer servise.

Polisi pun baru mengetahui modus penipuan setelah korban mentransfer sejumlah uang.

“Jadi sistemnya itu online atau teleconference yang ada,” ucap Yusri.

“Ada enam TKP penggerebekan, yakni Griya Loka, BSD, Mega Kebon Jeruk, Kemanggisan, Pantai Indah kapuk, Perum Intercon, dan Bandengan Tambora,” ujar Kombes Yusri Yunus.

Salh satu lokasi yang dilakukan penggerebekan adalah sebuah rumah di Blok C/13, jalan Anggrek Neli Murni I, Slipi, Jakarta Barat.

Sebanyak 26 orang ditangkap oleh polisi,.

Yusri menyebut, dari total 26 orang , 24 diantaranya merupakan WNA asal China.

“Yang diamankan 26 pelaku disini, di TKP kemanggisan, ini masih ada TKP lain.

Yusri menambahkan, pihaknya telah melakukan pemantauan selama tiga bulan.

“Hampir tiga bulan kami intai. informasi ini sudah kami dapat kemudian dilakukan pengintaian dan anggota juga sudah lama mengintai penggerakan mereka,” ucap Yusril.