Home NASIONAL Polisi Uangkap Penyelundupan Narkotika Jaringan Internasional, 7 Orang Ditangkap

Polisi Uangkap Penyelundupan Narkotika Jaringan Internasional, 7 Orang Ditangkap

17
0

Polisi Uangkap Penyelundupan Narkotika Jaringan Internasional, 7 Orang Ditangkap – Bareskrim Polri melakukan pemusnahan terhadap 1,2 ton sabu dan 35.000 butir ekstasi serta 410 ganja yang diamankan dari jaringan Iran-Timur Tengah di Serang, Banten dan Sukabumi, Jawa Barat.

Dari penangkapan itu, Tim Satuan Khusus Polri berhasil menangkap tujuh orang tersangka. Tiga diantaranya adalah WN Iran yang berinisial HSR alis Hs, MSR dan AN. Satu orang WN Pakistan berinisial SM. Dan tiga lainnya merupakan WN Indonesia berinisial AS, YCC dan MIS.

Kapolri Jenderal Idham Azis, Kamis (2/7/2020) mengatakan modus yang mereka lakukan impor kurma dan pinang dari Pakistan dan Iran.

Idham mengatakan pemusnahan barang bukti narkotika ini sebagai bentuk transparansi Polri dalam menangani tindak pidana narkotika. Untuk ke depannya, dia meminta Satgas, Bakamla, BNN, bahkan rekan-rekan Bea Cukai menindak tegas sesuai SOP. Kita bukan tempat transit atau tempat perdagangan.

Sementara itu, Kabareskrim Komjen Listyo Sigit menambahkan pengungkapan kasus itu bermula dari polisi mendapat informasi tentang aktivitas PT Alam Mahwan Sejahtera (PT AMS), yang sudah menyalahgunakan perusahaannya sebagai impor kurma dan pinang untuk melakukan penyelundupan narkotika.

Setelah dilakukan penyelidikan, dalam perusahaan itu ternyata ada AS dan HSR yang pernah ditahan di Rutan Banceuy, Bandung karena kasus narkotika. Kemudian kami mendapat informasi pada akhir Juni ini, PT AMS akan menjemput barang dari kapal Iran ke kapal KM Walie di kawasan Pelabuhan Ratu. Di sanalah, polisi mengungkap jaringan narkotika internasional tersebut.

Pada Januari 2020 lalu, perusahaan importir kurma yang dikendalikan oleh AS dan HSR itu sudah berhasil menyelundupkan 140 bungkus sabu bermodus mengambil peralatan di tengah lautan Hindia dan sabu-sabu itu sudah dijual oleh HSR.

Kemudian pada Mei 2020 lalu, para pelaku kembali menyelundupkan 404 bungkus sabu yang mana 63 bungkus telah diedarkan. Sampai akhirnya, polisi berhasil mengungkap aktivitas jaringan penyelundupan sabu-sabu bermodus impor kurma tersebut. Polisi berhasil mengamankan 341 bungkus berisi sabu-sabu itu.

Listyo mengungkapkan dalam aksinya, para pelaku tak hanya berkedok PT AMS, tetapi para pelaku juga berusaha melakukan pencucian uang dengan memanfaatkan PT Global Auto Trand bermodus penyalur motor ke Iran.

Adapun transaksi selama Januari hingga April 2020 mencapai 15 miliar, diduga uang itu merupakan hasil pencucian uang dari transaksi-transaksi narkoba yang mereka lakukan.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (2) subsider pasal 115 ayat (1) lebih subsider pasal 112 ayat (2) Jo pasal 132 UU RI No 35 tahun 2009 terkait narkotika dan terancam pidana maksimal hukuman mati.