Home NASIONAL Polisi Ungkap Kasus Siswi SMP Di Jombang Yang Disetubuhi Seorang Santri

Polisi Ungkap Kasus Siswi SMP Di Jombang Yang Disetubuhi Seorang Santri

31
0

Polisi Ungkap Kasus Siswi SMP Di Jombang Yang Disetubuhi Seorang Santri – Seorang siswi SMP di Jombang terpaksa melayani nafsu dari seorang santri. Dikarenakan gadis yang masih berusian 13 tahun takut jika sebuah foto bugilnya akan disebarkan oleh sang pelaku tersebut.

Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho menjelaskan jika sang korban itu berkenalan dengan si pelaku itu pada awal bulan Desember 2020 melewati Facebook.

Sang tersangka itu diketahui sudah menjadi santi di kota Jombang, akan tetapi sudah lama pulang dikarenakan pandemic COVID-19.

Sang korban itu juga telah nekat dan berkomunikasi bersama dengan sang pelaku itu melewati panggilan video sambil memperlihatkan kemolekan bagian tubuhnya. Dengan diam diam seorang pelaku yang juga menjadi siswa kelas X SMA yang berasal dari Kecamatan Sumobito, Jombang itu ternyata mengabadikan momen bugil si korban itu untuk dijadikan file fotonya.

Diketahui pada akhir bulan Desember 2020, ERP juga langsung mengajak korban untuk bertemu pada bawah Flyover Peterongan. Seorang santri itu masih berumur 16 tahun dan langsung membawa sang korban itu kediaman neneknya yang ada diwilayah Kecamatan Sumobito.

Pada saat itulah sang tersangka melakukan hubungan badan bersama dengan korban.

Dia mengatakan jika pada waktu itu si korban juga menolak atas ajakan pelaku untuk melakukan hubungan seperti suami istri. Akan tetapi gadis yang masih berumur 13 tahun itu tidak bisa berbuat banyak hal. Dikarenakan bukan hanya sudah melakukan rayuan gombal saja, akan tetapi sang pelaku itu juga sudah mengancamnya.

Sang pelaku itu juga sudah berjanji akan menikahi si korban, jika menolak ajakan untuk berhubungan badan, si tersangka itu juga akan mengancam akan menyebarkan sebuah foto foto bugil korban tersebut.

Sebuah perbuatan asusila si pelaku itu pada akhirnya juga sudah tercium oleh kedua oorang tua korban, sesudah itu kedua orangtua korban juga sudah berhasil menemukan sebuah foto bugil korban pada sebuah ponsel milik putrinya tersebut.

Akibat perbuatannya tersebut tersangka itu juga sudah kami amankan dan akan dijerat dengan Pasal 81 ayat 2 subsider pasal 80 ayat 3 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara.