Home YANG LAGI HANGAT Polres Taput Tetapkan Rinto Hutapea Tersangka Pembunuhan Kristina Br Gultom

Polres Taput Tetapkan Rinto Hutapea Tersangka Pembunuhan Kristina Br Gultom

22
0
Polres Taput Tetapkan Rinto Hutapea Jadi Tersangka Pembunuhan Kristina Br Gultom

IndoZola – Kasus pembunuhan siswi SMK yakni Kristina Br Gultom (20) di Tapanuli Utara akhirnya terkuak dan Polres Tapanuli Utara menetapkan Rinto Hutapea sebagai tersangka pembunuhan siswi SMK tersebut.

Kasat Reskrim Polres Tapanuli Utara, AKP Zulkarnain mengatakan telah melakukan rekontruksi guna mengungkap motif pembunuhan tersebut.

” Ya berdasarkan rekontruksi tersangka Rinto Hutapea telah kami tetapkan sebagai tersangka, ” jelasnya.

Terkait motif dan alasan mengapa tersangka tega menghabisi nyawa korban, Zulkarnain masih belum menyampaikan informasinya.

Untuk detail lebih lanjut terkait kasus itu, dia mengatakan polres Taput akan menggelar temu pers pada jumat (9/8/19) besok pada jam 09:00 WIB.

Jumlah adegan yang akan dilakukan tersangka Rinto Hutapea dalam rekontruksi pembunuhan tersebut, Zulkarnaen juga masih belum bisa membeberkan.

“besoklah sekalian.

Biar tidak ada yang simpang siur,” jelasnya.

dia menjelaskan , saat gelar rekon Rinto akan dikawal ketat oleh petugas agar tidak terkena amukan warga.

Kedua orang tua korban yakni Tiomasretna Br Simatupang dan Sardi Gultom belum mengetahui penyebab putrinya Kristina Br Gultom di temukan tewas di pohon bambu.

Tio, berharap, polisi dapat mengungkap kematian putrinya.

Tio mengaku terpukul dan tidak pernah menyangka putrinya kristina telah tiada.

Kata Tio, Kristina Br Gultom pamitan untuk jalan-jalan bersama temannya pada hari Minggu, namun putrinya malah tidak pulang dan pada hari senin (5/8/19) terdengar kabar putrinya di temukan tewas di perladangan tanpa busana.

Kasubbag Humas Polres Taput, Sutomo Simaremare mengatakan Kristina Br Gultom (20) di temukan telah tewas dalam posisi telungkup tanpa busana di perladangan Dusun Pangguan Hutapae Banuarea Kecamatan Tarutung, Taput, pada hari senin (5/8/19).

Kristina Br Gultom merupakan siswi kelas XII, SMK karya Tarutung, warga Dusun Barbaran Huta Pangguan, Desa Hutapea Banuarea, Kecamatan Tarutung , Kabupaten Tapanuli Utara, yang masih tinggal bersama kedua orang tuanya dan menjalani praktek kerja lapangan di kantor Dispora Taput.

Ayah korban, Sardi Gultom mengatakan sempat melihat putrinya berboncengan dengan Rinto Hutapea yang tak lain adalah tetangganya tapi sang ayah tidak merasa curiga dan menilai itu hal biasa.

Ia menilai pergi dengan tetangga hanya untuk berjalan jalan ke kota.

“berkisar jam tiga sore dia pergi, sama sekali gak ada curiga, aku pikir dia mau jalan-jalan kekota, ” ujarnya sembari mengusap air mata di RSU Djasamen Saragi, pada Selasa (6/8/19) dini hari.

Sardi mulai gelisah dan curiga karena sudah menjelang malam hari, Kristina belum juga kunjung pulang.

Sardi mencoba menghubungi Handphone genggam milik Kristina tetapi tidak mendapatkan jawaban dari putrinya.

Sardi yang saat itu lagi sakit menyuruh istrinya Tiosma Simatupang untuk mencari.

istrinya bergegas mengabari kepada para tetangga.

Para tetangga juga mengetahui bahwa kristina memang berboncengan dengan pria yang berinisial RH yang merupakan tetangga korban dan telah memiliki anak lima.

Pada besok harinya Sardi dengan tiga orang tetangga melakukan pencarian di sekitar kampung dan para tetangga pun sepakat untuk turut membantu mencari keberadaan Kristina.

Setelah menyusuri disekitar kampung, ternyata mayat korban tampak di perladangan yang berjarak 300 meter dari perkampungan, warga juga menemukan bra korban yang tersangkut di dahan pohon coklat.

Saat di temukan warga mayat kristina dalam keadaan telanjang dan dengan posisi telungkup.

Seperti diketahui, Kristina Br Gultom Siswi kelas XII SMK Kaya Tarutung putri dari pasangan Sardi Gultom dan Tioamas Br Simatupang ini ditemukan dalam kondisi tewas dengan posisi terlungkup tanpa mengenakan sehelai benang di perladangan Desa Pungguan Hutapea Banurea Kecamatan Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatera Utara pada Senin (5/8/19).

Korban Kristina merupakan siswi yang sedang menjalani PKL di Dispora Tapanuli Utara.

kemudian dari pihak kepolisian pun langsung terjun ke lokasi penemuan mayat korban, polisi juga menemukan celana dalam dan bra korban

Pihak kepolisian juga sudah mengamankan seorang pria tetangga korban yang sudah beristri dan lima anak.

polisi menduga kematian Kristina karena pemerkosaan yang berujung kematian.

Dokter Forensik RSUD Djasman Saragih Reinhard Hutahean ungkap penyebab kematian Kristina Br Gultom.

Jenasah Kristina Br Gultom telah di otopsi di RSUD Djasmaen Saragih kota Pematang siantar.

Dokter forensik mengungkapkan korban Kristina mengalami luka memar disekujur tubuh

” jadi ada luka memar pada daerah wajah, lecet wajah, leher, dada, perut,tangan dan kaki, “ujarnya

Pada saat ini jenasah juga sudah diserahkan kepada orang tua untuk dibawah ke rumah duka.