Home NASIONAL Rumah Sakit Secapa Di Kota Bandung Rawat Pasien COVID-19

Rumah Sakit Secapa Di Kota Bandung Rawat Pasien COVID-19

52
0

Rumah Sakit Secapa Di Kota Bandung Rawat Pasien COVID-19 – Rumah sakit darurat COVID-19 yang ada di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat saat ini diketahui sudah berlangsung. Selama ini jika sudah ada sejumlah 70 pasien positif COVID-19 yang sudah dirawat di RS Darurat Secapa AD.

Kepala Penerangan Secapa AD Letkol Jaya Kusuma menjelaskan jika RS Darurat Secapa AD itu sudah mulai menerima pasien semenjak tanggal 13 Januari 2021. Semenjak awal sudah dibuka, diketahui jika RS Darurat Secapa AD sudah menerima sejumlah 103 pasien positif dari virus COVID-19.

Jaya di Secapa AD, Jalan Hegarmanah mengatakan Akan tetapi dikarenakan sudah adanya sebuah perkembangan, saat ini juga akan dikembalikan, atau yang sembuh juga akan dikembalikan kerumahnya masing masing dengan sudah ada 29 orang. Pada saat ini yang ada disini sekitaran 70 orang yang sudah dirawat.

Jaya sudah menjelaskan jika pasien yang sudah masuk ke RS darurat Secada AD ini kebanyakan berasal dibeberapa wilayah yang ada di Jawa Barat. Akan tetapi selama ini yang banyak pada area Bandung Raya.

Semua itu juga terdiri dari adanya anggota militer bersama dengan masyarakat umum. Pada intinya untuk siapa saja yang mempunyai gejalan akan dirawat disini.

Diketahui jika sudah ada 70 orang yang masih menjalankan perawaratan yang diantara dengan sejumlah 50 orang laki laki bersama dengan 20 orang perempuan.

Tenda tenda dari prajurit yang ada di Secapa AD itu juga sudah berada di Hegarmanah, Kota Bandung dikonversi menjadi rumah sakit darurat COVID-19. Rumah sakit itu juga bisa menampung sampai dengan 180 pasien yang sudah mempunyai gejala ringan.

Diketahui juga ditempat itu telah ada 4 posko yang sudah dipersediakan, 3 itu seperti sudah menjadi ruang isolasi yang diperuntukkan untuk pasien yang mempunyain gejala ringan dan sudah mempunyai kapasitas mencapai 60 pasien. Pada waktu itu ada seperti alat kesehatan yang berupa tempat tidur bersama dengan obat obatan yang sudah siap untuk digunakan.

Seorang pria yang akrab disapa Kang Emil itu juga mengatakan tingkat keterisian rumah sakit mencapai 77 persen, akan tetapi dari tingkat keterisian tersebut menurun ke angka 60 persen jika digabungkan dengan tempat perawatan dan isolasi non rumah sakit seperti BPSDM di Kota Cimahi.