Home NASIONAL Sejumlah Pengawas Dari Pilkada Klaten Dinyatakan Positif COVID-19

Sejumlah Pengawas Dari Pilkada Klaten Dinyatakan Positif COVID-19

21
0

Sejumlah Pengawas Dari Pilkada Klaten Dinyatakan Positif COVID-19 – Sebuah hasil tes swab kepada sejumlah penyelengara bersama pengawas di Pilkada Klaten telah dinyatakan jika 80 orang positif virus COVID-19. Dari beberapa yang positif itu bagian dari 1.800 orang yang reaktif pada saat dilakukan rapid test.

Tim Teknis Penanganan Bidang Kesehatan Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 pada Kabupaten Klaten dr Anggit Budiarto juga sudah mengatakan jika dari semua total yang melakukan rappid tes bahwa sekitaran 28.000 orang yang reaktif dan ada 1.851 orang.  Semua oran yang reaktif semua dilakukan tes swab dan hasilnya ada 80 orang yang positif.

Anggit menuturkan jika beberapa orang yang sudah melakukan rapid tes itu bukan hanya dari KPPS, PPS dan PPK saja, akan tetapi juga dari Banwaslu juga. Dengan semua ini kemungkinan mengalami pertambahan juga akan semakin besar. Dan hasil dari tes swabnya pada saat ini juga akan segera keluar.

Dari Ketua Bawaslu Kabupaten Klaten Arif Fatkurrohman juga sudah menjelaskan jika hasil dari rapid tes dan swab ternyata belum juga keluar. Hasilnya juga belum disampaikan ke Bawaslu.

Dengan diwawancarai secara terpisah, Kominsioner KPU Klaten Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi dan SDM Wandyo Supriyanto juga sudah mengatakan atas sebuah penyampaian dengan hasil dari tes swab sejumlah orang yang sudah dinyatakan positif dari virus COVID-19 itu bukannya kewenangan dari KPU. Menurut dia sebuah hasil tes swab itu akan menjadi ranah dari tim Satgas COVID-19 Kabupaten Klaten. Meskipun kita juga tau jika itu semua bukan kewenangan dari pihak kami, dikatakan seperti jika anggota kepolisian telah menjatuhkan vonis bukan kewenangan dikarenakan vonis itu kewenangan dari hakim.

Wandoyo juga mengatakan ata sejumlah dari KPPS yang ada di Pilkada Klaten pada tahun 2020 ini bertotal 25.564 orang. Dan beberapa orang yang yang sudah mengikuti rapid tes mencapai 25.434 orang.

Diketahui beberapa total dari KPPS jika ada 129 orang yang belum melakukan rapid tes, dan dari orang yang sudah melakukan rapid tes diketahui ada 1.457 yang dinyatakan reaktif.