Home NASIONAL Seorang Remaja di Depok Terkena Luka Bacok Dalam Aksi Tawuran Antar Geng

Seorang Remaja di Depok Terkena Luka Bacok Dalam Aksi Tawuran Antar Geng

5
0

Seorang remaja yang diketahui berinisial MR di Depok, Jawa Barat, mengalami luka bacok di bagian tangan dan perut karena terlibat dalam aksi tawuran. Di hadapan sang kakak, MR sempat mengaku dibacok ketika sedang membeli nasi goreng.

Aksi tawuran ini sendiri terjadi pada Minggu (9/1/2022) sekitar pukul 04.00 WIB pagi, tepatnya di Jalan Raya Bogor Km 29,6 Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat.

Menurut keterangan dari Kapolsek Cimanggis bernama Kompol Ibrahim Joao Sadjab, pihaknya awalnya menerima laporan dari kakak MR. Ia melaporkan bahwa MR telah dibacok oleh orang tak dikenal ketika membeli nasi goreng.

Kompol Ibrahim saat dimintai konfirmasi pada Rabu (12/1/2022) mengungkapkan awalnya kami mendapat laporan dari kakak MR yang sudah terdaftar di Polsek Cimanggis dengan nomor LP 9K 022 terkait sang adik telah menjadi korban pembacokan ketika membeli nasi goreng pada Minggu (10/1/2022) sekitar pukul 03.30 WIB.

Kompol Ibrahim menuturkan usai dilakukan pemeriksaan, MR ternyata menjadi salah satu anggota geng yang terlibat tawuran dengan kelompok lainnya. MR ternyata sudah janjian dengan geng lawannya untuk melakukan tawuran.

Kompol Ibrahim menjelaskan jadi berdasarkan hasil pemeriksaan, korban dan tersangka adalah dua komplotan geng, yakni Geng Tipar dan Kilometer 29. Kedua kelompok itu rupanya sudah janjian untuk melakukan tindak pidana 170 ini.

Kompol Ibrahim membeberkan saat kejadian, ada 20 orang dari geng lawan yang mendatangi MR dan langsung membacoknya.

Kompol Ibrahim mengatakan saat itu, muncul 20 orang yang tidak dikenal dari geng lawan langsung melakukan pembacokan terhadap MR.

Polisi kini sudah menetapkan satu orang tersangka atau pelaku utama dalam kasus pembacokan ini yakni berinisial R. Saat ini, R sudah ditahan oleh pihak kepolisian.

Ibrahim menjelaskan kami telah menetapkan satu orang tersangka atau pelaku utama dalam kasus pembacokan ini yaitu berinisial R dengan usia sekitar 19-20 tahun. Sementara itu, satu pelaku lainnya berinisial M masih berstatus sebagai DPO. Kini polisi masih melakukan pengejaran terhadap M.

Akibat perbuatannya itu, R akan dijerat dengan Pasal 170 ayat (2e) KUHP terkait tindak kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama terhadap orang maupun barang.