Home NASIONAL Terdesak Kebutuhan Ekonomi, Kuli Bangunan Nekat Curi Kotak Amal dan HP Santri...

Terdesak Kebutuhan Ekonomi, Kuli Bangunan Nekat Curi Kotak Amal dan HP Santri di Ponpes Pekalongan

41
0

Terdesak Kebutuhan Ekonomi, Kuli Bangunan Nekat Curi Kotak Amal dan HP Santri di Ponpes Pekalongan – Seorang pria yang bekerja sebagai kuli bangunan nekat mencuri kotak amal dan ponsel milik sejumlah santri yang ada di Pondok Pesantren Al Villa Khuzaemah, Kabupaten┬áPekalongan. Aksi pencurian itu terekam kamera CCTV yang terpasang di sekitar lokasi kejadian.

Kapolsek Kajen Iptu Isnovim saat dimintai konfirmasi pada Jumat (4/9/2020) mengatakan selain uang, pelaku juga menggasak lima unit ponsel milik santri yang sedang di-charge.

Pelaku memecah kotak amal yang terbuat dari kaca itu menggunakan setrika listrik yang diambil oleh pelaku di sekitar lokasi.

Aksi pencurian itu terjadi pada Jumat (28/8/2020) sekitar pukul 05.15 WIB tepatnya di pondok pesantren di Desa Gejlik, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Pada saat itu para santri tengah mengaji setelah menjalankan salat subuh.

Pelaku memanfaatkan situasi para santri yang saat itu tengah khusyuk mengaji untuk memecah kaca kotak amal, kemudian menggasak isinya dan sejumlah HP.

Kejadian itu pun langsung dilaporankan ke polisi dan dilakukan olah TKP. Hasilnya, polisi menemukan bercak darah yang diduga milik pelaku. Selain itu, polisi juga menemukan rekaman CCTV ketika pelau hendak masuk ke kompleks ponpes.

Isnovim mengatakan berbekal rekaman CCTV itulah kita berhasil mengungkap pelaku pencurian dengan pemberatan.

Akhirnya kami berhasil menangkap pelaku berinisial AA (30) yang merupakan warga asal Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Atas perbuatanya, AA akan dijerat dengan pasal pencurian disertai pemberatan, Pasal 363 KUHP dan terancam hukuman maksimal tujuh tahun kurungan penjara.

Isnovim mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka juga pernah melakukan tindak kejahatan yang serupa di wilayah hukum Polres Pekalongan Kota.

Dihubungi secara terpisah, AA mengaku nekat mencuri karena terdesak kebutuhan ekonomi keluarga di perantauan. AA juga mengaku dari hasil pencuriannya tersebut dia mengantongi uang sebesar Rp 2 Juta, 5 unit ponsel milik santri dan sebuah setrika listrik yang dipakai oleh pelaku untuk memecah kaca kotak amal.

AA mengaku nekat mencuri karena kebutuhan rumah. Dia masuk ke kompleks ponpes tidak menggunakan apa-apa, dan pintunya juga tidak dikunci. Kaca kotak amal kemudian dia pecahin menggunakan setrika listrik. Uang hasil curiannya habis untuk membeli beras dan kebutuhan rumah.